Warganya Kena Job Scam dan Disiksa, Korsel Umumkan Larangan ke Kamboja

CNN Indonesia
Rabu, 15 Okt 2025 21:35 WIB

Jakarta, CNN Indonesia —
Korea Selatan memberlakukan larangan perjalanan ke sejumlah wilayah di Kamboja setelah warga negaranya menghadapi penyiksaan oleh kelompok kriminal.
Seperti dilansir Reuters, langkah terbaru Seoul ini menyusul maraknya laporan warga Korea Selatan diculik dan ditahan di Kamboja setelah menjadi korban penipuan tawaran pekerjaan daring (job scam).
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengumumkan pihaknya memberlakukan larangan perjalanan Level 4, tingkat tertinggi dalam sistem peringatan perjalanan empat skala, untuk wilayah Pegunungan Bokor di Provinsi Kampot, serta di kota Bavet dan Poipet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Kementerian juga mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warga Korea Selatan di Provinsi Sihanoukville, menasihati mereka untuk meninggalkan wilayah tersebut karena kekhawatiran tingginya konsentrasi aktivitas kriminal di area tersebut.
Langkah tegas Seoul ini diambil setelah serangkaian kasus yang menimpa warga negaranya. Pada Agustus lalu, seorang mahasiswa ditemukan tewas di dekat Pegunungan Bokor di Provinsi Kampot, Kamboja setelah disiksa oleh kelompok kriminal.
Kamboja telah menahan tiga pria warga negara China atas tuduhan pembunuhan dan penipuan online sehubungan dengan kasus penculikan, penyiksaan, dan kematian Park Min-ho (22) pada Agustus lalu.
Secara terpisah, seorang wanita Korea Selatan juga ditemukan tewas pada 7 Oktober lalu di wilayah Vietnam yang dekat dengan perbatasan Kamboja.
Polisi setempat mengatakan jenazah wanita itu telah menjalani autopsi sebelum diserahkan kepada keluarganya untuk kremasi. Polisi Korea Selatan juga meluncurkan penyelidikan atas kasus tersebut.
Kantor Kepresidenan Korea Selatan mengumumkan pada Selasa (14/10) bahwa mereka akan mengirim tim respons gabungan ke Kamboja untuk memerangi kejahatan terhadap warga Korea Selatan pasca-kasus Park Min-ho.
Secara terpisah, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan bahwa hingga hari Selasa (14/10), sekitar 80 warga Korea Selatan yang terkait dengan penipuan pekerjaan di Kamboja masih dinyatakan hilang atau keselamatannya tidak dapat dikonfirmasi.
(wiw)
[Gambas:Video CNN]
Artikel terkait
Berita terbaru
Sepuluh Gol, Dua Kepala Daerah, Satu Bahasa Kepemimpinan: Gus Barra dan Subandi Berbagi Drama di Gelora Delta
SIDOARJO | KEMPALAN — Sepuluh gol, dua kepala daerah, dan satu pesan tentang kepemimpinan. Stadion Gelora Delta Sidoarjo menjadi saksi sebuah pertandingan yang lebih...
Polemik Hands Ball Rizky Ridho saat Persija Jakarta Kalahkan Persebaya Jadi Sorotan
ADVERTISEMENTS harapanrakyat.com,- Polemik hands ball Rizky Ridho dalam laga Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya kembali menjadi perbincangan suporter di media sosial. Momen tersebut terjadi...
Sah, Manchester United Masuk Zona Degradasi Pekan Ini
Manchester United tengah berada dalam situasi mengkhawatirkan di Liga Inggris 2026/2027. Setan Merah kini terjerembap ke zona degradasi setelah Nottingham Forest meraih k
Hasil Operasi Patuh Krakatau 2026, Polresta Bandar Lampung Tindak 5.954 Pelanggar
Operasi Patuh Krakatau 2026 ditutup, Polresta Bandar Lampung tindak 5.954 pelanggar. Penindakan via ETLE tercatat menurun dibanding 2025.
