Friday, 30 October 2026

Terkini
Politik

Tak Bisa Ikut Demo, Pekerja Ini Borong Dagangan PKL untuk Dibagikan ke Mahasiswa

Tak Bisa Ikut Demo, Pekerja Ini Borong Dagangan PKL untuk Dibagikan ke Mahasiswa

JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026), seorang pekerja swasta berinisial R menunjukkan aksi solidaritas kepada mahasiswa.

R memborong dagangan seorang pedagang kaki lima (PKL) di sekitar lokasi aksi untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada para mahasiswa.

R mengatakan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan moral terhadap gerakan mahasiswa.

Baca juga: BEM UI Ungkap Asal 8 Tuntutan dalam Aksi Demo: Bukan Sekadar Kajian Mahasiswa

Ia mengaku tidak dapat bergabung secara langsung dalam aksi, sehingga memilih membantu dengan cara yang bisa dilakukannya.

“Lebih karena kalau saya enggak bisa ikut demo, jadi saya bantu yang bisa saya bantu aja dengan cara beli dagangan. Saya nguntungin bapaknya, saya juga bantu mahasiswa ngasih free minuman,” ujar R kepada Kompas.com, Selasa.

R juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada mahasiswa yang terus menyuarakan kritik serta aspirasi masyarakat, termasuk kalangan pekerja yang memiliki keterbatasan ruang untuk ikut turun ke jalan.

“Terima kasih sudah kritis dan mengaspirasikan melalui tindakan demo ini. Harapan saya semuanya berjalan lancar,” tambahnya.

Kritik Sikap Pemerintah dan Aparat

Selain memborong dagangan PKL, R turut mengkritik pemerintah yang dinilainya enggan menemui dan mendengarkan aspirasi masyarakat dalam aksi tersebut.

“Seharusnya pemerintah malu ya. Ini sudah berkali-kali demonya, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang datang menemui. Dari segi keberanian patut dipertanyakan. Kita yang milih, tapi ketika kita protes kok enggak ada perwakilannya yang berani datang? Seharusnya malu membuang-buang duit rakyat untuk program yang tidak penting,” tegas R.

Baca juga: Polisi Amankan 21 Orang Demo di Jakarta, Temukan Sajam hingga Bahan Molotov

Ia juga menyayangkan respons aparat keamanan yang dinilai berlebihan dalam melakukan penyekatan terhadap brisan mahasiswa di lapangan.

Menurut R, aksi mahasiswa berlangsung damai dan tidak membahayakan.

“Lucu aja sih. Saya tahu adik-adik mahasiswa harmless, mereka hanya datang buat mengaspirasikan opininya, tapi harus dihadang 1 banding 9. Sangat lucu sekali, kenapa harus segininya?” tuturnya.

Dagangan Diborong, Pedagang Pulang Lebih Awal

Aksi solidaritas R juga membawa berkah bagi Hasan, pedagang minuman keliling yang dagangannya diborong habis di sekitar lokasi demonstrasi.

Sambil tersenyum, Hasan mengaku bersyukur bisa pulang lebih awal dengan membawa hasil jualan berkat bantuan tersebut.

Baca juga: Demo Jakarta Usai, Polisi Ungkap Temuan Sajam hingga Bahan Molotov

“Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Niatnya pengin pulang, tahu-tahunya ada orang baik ngasih rezeki diborong, alhamdulillah,” kata Hasan.

Hasan juga mendoakan keselamatan dan kelancaran bagi para mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasinya di jalan.

“Mudah-mudahan lancar, enggak ada rintangan. Mahasiswa kan cuma menyampaikan aspirasi,” pungkasnya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Batas akses KARIN

Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.

Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.


Tidak akurat


Tidak relevan


Menyinggung


Terlalu lama


Isu privasi


Lainnya

Khusus Member

Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member

Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *