Iran Tangkap 6.000 Orang Terkait Demonstrasi Januari

Liputan6.com, Teheran – Pihak berwenang Iran sejauh ini telah menangkap 6.000 orang yang diduga terlibat dalam aksi protes antipemerintah dan kerusuhan pada Januari lalu. Demikian kata Kepala Kepolisian Iran Ahmadreza Radan, Senin (14/9/2026), seperti dilaporkan Anadolu.
Dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi pemerintah IRIB, Radan menyebut para tahanan terlibat dalam upaya kudeta. Ia juga menuding mereka membantu negara-negara yang dianggap memusuhi Iran selama kerusuhan pada 8-9 Januari.
“Kami tidak akan membebaskan orang-orang ini, kecuali mereka yang menyatakan penyesalan dan bertobat,” kata Radan.
Aksi protes bermula di Grand Bazaar Teheran pada 28 Desember 2025, di tengah merosot tajamnya nilai tukar rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi. Gelombang demonstrasi kemudian menyebar ke sejumlah kota di berbagai wilayah Iran.
Aksi tersebut memuncak pada 8-9 Januari. Pihak berwenang Iran mengatakan sebagian demonstrasi berubah menjadi kerusuhan yang disertai serangan terhadap aparat keamanan serta perusakan fasilitas dan harta benda milik negara maupun pribadi.
Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel mendukung kerusuhan tersebut. Tuduhan itu dibantah Washington dan Tel Aviv.
Pihak berwenang Iran mengatakan kerusuhan menyebabkan kerusakan luas pada berbagai fasilitas dan harta benda, termasuk gedung pemerintah, bank, kantor polisi, sekolah, masjid, rumah, dan kendaraan.
Dalam langkah terkait, lembaga peradilan Iran mengatakan pihak berwenang telah menyita 240 properti dan aset lainnya milik orang-orang yang dituduh bertindak melawan negara atau mendukung negara-negara yang dianggap bermusuhan dengan Iran. Mereka yang menjadi sasaran penyitaan juga mencakup orang-orang yang tinggal di luar negeri. Sebanyak 182 rekening bank turut dibekukan.
Menurut lembaga peradilan Iran, langkah tersebut menyasar orang-orang yang dituduh melakukan sejumlah tindakan, termasuk menyebarkan propaganda melawan Iran serta bekerja sama dengan Israel dan negara-negara lain yang dianggap Teheran sebagai pihak yang bermusuhan.
Artikel terkait
Berita terbaru
Kehebohan Tim Cheering Bakar Semangat Peserta Jakarta Running Festival 2026
Liputan6.com, Jakarta – Suasana myBCA Jakarta Running Festival 2026 tak hanya diramaikan oleh para pelari yang berjuang mencapai garis finis. Di sepanjang rute, para...
Intip Koper Traveling Berdesain Sporty ala Mobil Sport, Fungsional untuk Berbagai Perjalanan
Liputan6.com, Jakarta – Saat bepergian, koper tak hanya berfungsi untuk menyimpan barang, tapi juga menunjang kenyamanan dan gaya selama perjalanan. Kapasitas, material, dan desain...
Moto3 Australia 2026 Batal Digelar karena Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kesedihan Usai Pole
Perbesar Veda Ega Pratama pada tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez. (Honda Team Asia) Liputan6.com, Victoria – Veda Ega Pratama tak bisa tampil...
Hadiri Rakornas ICCN 2026, Papua Tengah Perkenalkan TIFA ke Panggung Nasional
Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Papua Tengah memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Tanah...
