Saatnya Pria Ikut Ber-KB, Dokter Umum Kini Dilatih Lakukan Vasektomi

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Ketua Tim Kerja Provider KB Pria Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN dr Raymon Nadeak mengatakan dokter umum kini dilatih secara khusus agar mampu melayani prosedur kontrasepsi (KB) jangka panjang bagi pria atau vasektomi. Hal tersebut disampaikan Raymon di Kota Semarang, Jawa Tengah, saat melatih 15 dokter dari Provinsi Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur terkait prosedur metode operasi pria (MOP) atau vasektomi tanpa pisau.
“Vasektomi ini sebenarnya hal yang dibilang baru juga enggak, tetapi kebanyakan dokter umum itu tidak mendalami pada saat pendidikannya. Jadi, tidak semua dokter umum itu mengetahui tentang vasektomi,” katanya, Selasa (14/10/2025).
Menurut Raymon, dokter umum yang dilatih vasektomi berpeluang untuk mempelajari keterampilan baru sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa tugas ber-KB tidak hanya diemban oleh perempuan. Ia menambahkan, rendahnya minat dokter untuk melayani vasektomi di Indonesia juga dipengaruhi oleh minat akseptor menggunakan KB tersebut yang masih sedikit.
“Ketika dia sudah berpraktik di lapangan dan memiliki profesi sebagai dokter, dia belum tentu mendapatkan pasien atau akseptor. Jadi itu akan memengaruhi. Dan kalau tidak ada akseptor berarti kan dia tidak ada pendapatan jasa medisnya,” ujar dia.
Raymon juga mengemukakan, kurikulum vasektomi yang terakreditasi baru diluncurkan pada Juni 2024, sehingga sosialisasi dan edukasi terhadap MOP tersebut masih minim. “Pelatihan pertama di angkatan itu dilakukan pada bulan Oktober tahun 2024, kemudian dilakukan kembali di tahun 2025 bulan Agustus oleh BKKBN Jawa Barat. Kita berharap, mereka setelah dilatih bisa melakukan pelayanan di tempat kerjanya,” paparnya.
Kemendukbangga/BKKBN juga telah melakukan monitoring dan evaluasi di angkatan pertama yang telah membuahkan hasil. Rata-rata peserta yang melakukan pelatihan di tahun 2024 sudah mampu melayani akseptor secara mandiri.
Berdasarkan data Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) 2024, kesertaan pria dalam ber-KB masih rendah, hanya 2,1 persen, dengan persentase kesertaan vasektomi sebesar 0,1 persen saja. Sementara data Sistem Informasi Keluarga (SIGA) 2024 mencatat kesertaan KB pria 3,73 persen, dengan persentase vasektomi 0,13 persen.
Kemendukbangga/BKKBN bekerja sama dengan UNFPA dan Siklus Indonesia juga terus mengupayakan peningkatan kesertaan vasektomi melalui edukasi dan sosialisasi secara masif, mengingat ber-KB merupakan bentuk tanggung jawab keluarga untuk mewujudkan pengasuhan yang setara sesuai tujuan pembangunan berkelanjutan.
sumber : Antara
Artikel terkait
Berita terbaru
Sepuluh Gol, Dua Kepala Daerah, Satu Bahasa Kepemimpinan: Gus Barra dan Subandi Berbagi Drama di Gelora Delta
SIDOARJO | KEMPALAN — Sepuluh gol, dua kepala daerah, dan satu pesan tentang kepemimpinan. Stadion Gelora Delta Sidoarjo menjadi saksi sebuah pertandingan yang lebih...
Polemik Hands Ball Rizky Ridho saat Persija Jakarta Kalahkan Persebaya Jadi Sorotan
ADVERTISEMENTS harapanrakyat.com,- Polemik hands ball Rizky Ridho dalam laga Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya kembali menjadi perbincangan suporter di media sosial. Momen tersebut terjadi...
Sah, Manchester United Masuk Zona Degradasi Pekan Ini
Manchester United tengah berada dalam situasi mengkhawatirkan di Liga Inggris 2026/2027. Setan Merah kini terjerembap ke zona degradasi setelah Nottingham Forest meraih k
Hasil Operasi Patuh Krakatau 2026, Polresta Bandar Lampung Tindak 5.954 Pelanggar
Operasi Patuh Krakatau 2026 ditutup, Polresta Bandar Lampung tindak 5.954 pelanggar. Penindakan via ETLE tercatat menurun dibanding 2025.
