Hobi Sederhana yang Bisa Bantu Tingkatkan Kesehatan Otak di Usia Lanjut

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Belajar musik tidak hanya baik dilakukan saat muda, namun juga saat usia senja. Ahli neurologi Steven Allder mengatakan bahwa kegiatan kreatif ini secara aktif menstimulasi berbagai area penting di otak sehingga bisa mendukung fungsi kognitif jangka panjang.
Berikut ini lima manfaat bermain musik bagi otak menurut Allder seperti dilansir laman Independent, Kamis (25/9/2025):
1. Mempertajam daya ingat
Belajar musik melibatkan aktivitas otak yang kompleks, seperti membaca notasi, mengoordinasikan gerakan, dan mengingat melodi. Menurut Allder, hal ini memperkuat jalur saraf yang berhubungan dengan memori dan perhatian.
“Layaknya olahraga, latihan berulang membantu meningkatkan memori kerja dan daya ingat jangka panjang. Penelitian juga menunjukkan bahwa musisi cenderung memiliki kemampuan memori verbal dan fleksibilitas kognitif yang lebih baik,” kata Allder.
2. Meningkatkan kemampuan bahasa dan pendengaran
Musik dan bahasa menggunakan jaringan otak yang saling berkaitan, terutama pada aspek pendengaran dan ritme. Dengan belajar alat musik, kata Allder, otak dilatih untuk membedakan nada, ritme, dan intonasi secara lebih akurat. Hal ini berdampak langsung pada ketajaman pendengaran serta kemampuan memahami dan memproses bahasa lisan.
3. Baik untuk kesehatan mental
Aktivitas musik dapat memicu pelepasan hormon dopamin dan endorfin yang berkaitan dengan rasa senang dan motivasi. Selain itu, musik juga menurunkan kadar kortisol (hormon stres) sehingga membantu meredakan kecemasan dan meningkatkan relaksasi.
“Bagi lansia, bermain musik juga bisa menjadi sarana bersosialisasi yang berdampak positif pada suasana hati dan kesejahteraan emosional,” kata Allder.
4. Melatih fungsi eksekutif otak
Fungsi eksekutif seperti fokus, perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengendalian diri sangat aktif saat seseorang bermain musik. “Belajar bermain musik menuntut konsentrasi pada partitur, koordinasi gerakan tangan, serta kemampuan berpikir dan menyesuaikan secara real-time. Ini memperkuat kemampuan berpikir fleksibel dan adaptif yang sangat penting untuk menjaga kemandirian di usia lanjut,” kata dia.
5. Mengaktifkan banyak area otak
Bermain musik melibatkan berbagai bagian otak secara bersamaan. Misalnya area motor cortex mengontrol gerakan jari, auditory cortex memproses suara, dan hippocampus mendukung daya ingat,.
“Lalu cerebellum membantu dalam koordinasi dan timing, sedangkan pusat emosi seperti amigdala dan sistem limbic merespons makna dan kegembiraan dalam musik,” kata Allder.
Artikel terkait
Berita terbaru
Sepuluh Gol, Dua Kepala Daerah, Satu Bahasa Kepemimpinan: Gus Barra dan Subandi Berbagi Drama di Gelora Delta
SIDOARJO | KEMPALAN — Sepuluh gol, dua kepala daerah, dan satu pesan tentang kepemimpinan. Stadion Gelora Delta Sidoarjo menjadi saksi sebuah pertandingan yang lebih...
Polemik Hands Ball Rizky Ridho saat Persija Jakarta Kalahkan Persebaya Jadi Sorotan
ADVERTISEMENTS harapanrakyat.com,- Polemik hands ball Rizky Ridho dalam laga Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya kembali menjadi perbincangan suporter di media sosial. Momen tersebut terjadi...
Sah, Manchester United Masuk Zona Degradasi Pekan Ini
Manchester United tengah berada dalam situasi mengkhawatirkan di Liga Inggris 2026/2027. Setan Merah kini terjerembap ke zona degradasi setelah Nottingham Forest meraih k
Hasil Operasi Patuh Krakatau 2026, Polresta Bandar Lampung Tindak 5.954 Pelanggar
Operasi Patuh Krakatau 2026 ditutup, Polresta Bandar Lampung tindak 5.954 pelanggar. Penindakan via ETLE tercatat menurun dibanding 2025.
