Marhum Pekan Jadi Pahlawan Nasional, LAMR Pekanbaru: Pengakuan atas Sejarah Melayu Riau
LAMR Pekanbaru sambut gelar Pahlawan Nasional Marhum Pekan.

PEKANBARU – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru menyambut penuh rasa syukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah atau yang dikenal dengan sebutan Marhum Pekan.
Penganugerahan yang dijadwalkan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2026 tersebut dinilai menjadi pengakuan negara terhadap besarnya kontribusi sejarah dan peradaban Melayu Riau dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka, mengatakan Marhum Pekan merupakan sosok pemimpin visioner yang memiliki peran besar dalam membangun peradaban, memperkuat pertahanan maritim, serta mengembangkan perekonomian masyarakat.
Sultan kelima Kesultanan Siak Sri Indrapura tersebut juga dikenal memiliki peran penting dalam menghadapi dominasi kolonial VOC di kawasan Sungai Siak.
"Yang paling berjasa lagi, Marhum Pekan ini lah yang meletakkan fondasi perkembangan Senapelan, sebagai pusat perdagangan, yang kemudian tumbuh menjadi Kota Pekanbaru," terang Datuk Seri Rizky Bagus Oka, Minggu (8/11/2026).
Ia menjelaskan, salah satu warisan strategis Marhum Pekan adalah pembangunan pasar baru yang menjadi penghubung aktivitas perdagangan dari wilayah pedalaman Sumatra menuju jalur perdagangan Selat Malaka.
Kebijakan tersebut tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi di tengah dominasi perdagangan bangsa asing.
Rizky Bagus Oka yang juga merupakan anggota DPRD Pekanbaru itu menyebut, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Marhum Pekan merupakan hasil perjuangan panjang dan kerja kolektif berbagai elemen masyarakat Riau.
Proses tersebut melibatkan tokoh adat, akademisi, sejarawan, hingga pemerintah daerah yang bersama-sama menyusun kajian akademis serta memperjuangkan pengakuan atas jasa Marhum Pekan hingga tingkat nasional.
"Dengan ditetapkannya Marhum Pekan sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI, ini menjadi sebuah catatan penting dalam sejarah masyarakat Melayu Riau, yang akhirnya memperoleh pengakuan di tingkat negara," paparnya lagi.
Setelah penganugerahan tersebut, Rizky Bagus Oka mengajak Pemerintah Kota Pekanbaru bersama seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sosialisasi sejarah dan ketokohan Marhum Pekan.
Menurutnya, sejarah perjuangan, kepemimpinan, visi ekonomi, serta peran Marhum Pekan dalam meletakkan dasar perkembangan Kota Pekanbaru perlu diperkenalkan lebih luas melalui berbagai kegiatan edukasi dan kebudayaan.
"Momentum ini harus menjadi kesempatan untuk mengenalkan kembali sejarah dan ketokohan Marhum Pekan kepada masyarakat, terutama generasi muda. Jangan sampai mereka hanya mengenal nama tokohnya, tapi tidak memahami perjuangan dan warisan pemikirannya," harapnya.
LAMR Kota Pekanbaru berharap penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tersebut tidak sekadar menjadi seremoni penghargaan. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan dapat memperkuat jati diri Melayu, menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah daerah, serta mewariskan nilai-nilai perjuangan Marhum Pekan kepada generasi penerus.
Sumber: HALLORIAU.COM. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Sepuluh Gol, Dua Kepala Daerah, Satu Bahasa Kepemimpinan: Gus Barra dan Subandi Berbagi Drama di Gelora Delta
SIDOARJO | KEMPALAN — Sepuluh gol, dua kepala daerah, dan satu pesan tentang kepemimpinan. Stadion Gelora Delta Sidoarjo menjadi saksi sebuah pertandingan yang lebih...
Polemik Hands Ball Rizky Ridho saat Persija Jakarta Kalahkan Persebaya Jadi Sorotan
ADVERTISEMENTS harapanrakyat.com,- Polemik hands ball Rizky Ridho dalam laga Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya kembali menjadi perbincangan suporter di media sosial. Momen tersebut terjadi...
Sah, Manchester United Masuk Zona Degradasi Pekan Ini
Manchester United tengah berada dalam situasi mengkhawatirkan di Liga Inggris 2026/2027. Setan Merah kini terjerembap ke zona degradasi setelah Nottingham Forest meraih k
Hasil Operasi Patuh Krakatau 2026, Polresta Bandar Lampung Tindak 5.954 Pelanggar
Operasi Patuh Krakatau 2026 ditutup, Polresta Bandar Lampung tindak 5.954 pelanggar. Penindakan via ETLE tercatat menurun dibanding 2025.
