Wisudawati Cantik, Farras Ulinnuha Lulus S1 Kedokteran UGM di Usia 19 Tahun 8 Bulan

![]()
Rani Hardjanti
, Jurnalis-Senin, 08 Desember 2025 |08:56 WIB

Wisudawati Cantik, Farras Ulinnuha Lulus S1 Kedokteran UGM di Usia 19 Tahun 8 Bulan. (Foto: UGM)
JAKARTA – Farras Ulinnuha, gadis asal Lampung ini baru saja lulus dari Program Studi Kedokteran kelas International Undergraduate Program (IUP) angkatan 2021, curi perhatian. Mahasiswa cantik ini resmi menyandang gelar wisudawan termuda yang berhasil lulus di usia 19 tahun 8 bulan 17 hari.
Padahal usia rata-rata 1.729 lulusan Program Sarjana adalah 22 tahun 6 bulan 15 hari. Farras bercerita bahwa sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), ia sudah mengenyam bangku sekolah lebih cepat dari teman-teman seusianya.
Farras mengaku sempat mengikuti Ujian Nasional (UN) untuk masuk SMP saat ia masih kelas 5 SD bersama kakak kelasnya, kesempatan yang ketika itu masih diperbolehkan.
“Saya masuk SD masuk umur 4,5 tahun, berlanjut ke SMP 3 tahun, dan kemudian saat SMA saya hanya menyelesaikan 2 tahun,” tuturnya seperti dikutip dari laman UGM, Senin (8/12/2025).
Memasuki jenjang perkuliahan di usia 16 tahun bukan hal yang mudah. Farras mengaku harus beradaptasi dengan lingkungan baru, budaya belajar yang berbeda, serta dinamika pertemanan dengan mahasiswa yang mayoritas lebih tua.
Meski begitu, ia merasa beruntung karena lingkungan kedokteran UGM cukup inklusif dan membuatnya cepat menyesuaikan diri. “Di awal kuliah, penyesuaian berjalan tidak selalu mulus, tetapi perlahan saya menemukan ritme yang tepat,” kenangnya.
Ketertarikannya pada dunia kedokteran tumbuh sejak kecil. Ia kerap menemani ibunya bekerja di rumah sakit dan membantu di klinik keluarga, membuatnya familiar dengan dunia medis. Ia berharap bisa melanjutkan profesi sebagai dokter dan kembali pulang ke Lampung untuk membantu masyarakat di sana.
“Jadi dari dulu saya sudah familiar dengan dunia kedokteran. Saat tahu UGM, saya pikir saya bisa belajar disana dan ingin jadi dokter agar tingkat layanan kesehatan di Indonesia bisa lebih merata,” katanya.
Artikel terkait
Berita terbaru
Pengembangan perkotaan cerdas: Menjamin keamanan, pertahanan nasional, pertahanan sipil, dan pembangunan berkelanjutan.
(CLO) Pemerintah bertujuan untuk menciptakan kota pintar yang mampu menjaga operasional infrastruktur penting dan layanan penting dalam situasi darurat dan pertahanan, memenuhi persyaratan pertahanan...
Keberhasilan PSR di Siak: Produktivitas TBS Koperasi Mitra PTPN IV Lampaui Target Nasional
SIAK, SAWIT INDONESIA - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dijalankan oleh PTPN IV PalmCo melalui PTPN IV Regional III menunjukkan capaian produktivitas...
Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Mulai Merangkak Naik
Kenaikan harga tersebut rata-rata mencapai Rp200 per kilogram dan mulai dirasakan pedagang sejak tiga hingga empat hari lalu.
Pentagon Pasok 25 Ribu Drone untuk Perkuat Militer AS di Timur Tengah
Metapos.id, Jakarta — Amerika Serikat (AS) terus memperkuat kesiapan militernya di kawasan Timur Tengah melalui pengiriman lebih dari 25.000 sistem
