Wabup Sumbawa Minta Pengawasan Tambang Rakyat Diperketat Usai Longsor Tewaskan 3 Penambang

REPUBLIKA.CO.ID, SUMBAWA, – Wakil Bupati Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, H Mohamad Ansori meminta pengawasan terhadap aktivitas tambang rakyat di daerah itu diperketat. Permintaan ini disampaikan menyusul peristiwa longsor di kawasan tambang emas Lawang Tua, Kecamatan Lantung, yang menewaskan tiga penambang pada Sabtu (5/9) malam.
Ansori menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas tambang rakyat. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
“Pemerintah daerah akan melakukan evaluasi dan langkah-langkah pencegahan agar peristiwa seperti ini tidak kembali terjadi. Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” ujar Ansori dalam keterangannya di Sumbawa, Minggu.
Koordinasi dan Peningkatan Keselamatan
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Tujuannya adalah untuk memastikan penanganan pascakejadian berjalan dengan baik, sekaligus mengidentifikasi langkah-langkah peningkatan keselamatan di lokasi tambang rakyat.
Menurut Ansori, aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama dalam setiap aktivitas pertambangan. Hal ini berlaku baik untuk kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan maupun tambang rakyat, sehingga risiko terhadap masyarakat dan pekerja dapat ditekan seminimal mungkin.
Selain fokus pada evaluasi dan pengawasan, Ansori juga secara langsung mendampingi keluarga korban setelah kejadian nahas tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa para penambang.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kami menyampaikan belasungkawa dan duka yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak tinggal diam dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di wilayah Sumbawa. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan aspek keselamatan kerja.
Kronologi Longsor di Lawang Tua
Peristiwa longsor material tanah dan batu terjadi di kawasan tambang emas Lawang Tua pada Sabtu (5/9) sekitar pukul 21.30 WITA. Insiden ini mengakibatkan tiga orang penambang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
Artikel terkait
Berita terbaru
Seminar Nasional PENA 8.0, UKM PRISMA UMS Dorong Mahasiswa Wujudkan Inovasi Berkelanjutan dan Kewirausahaan
ums.ac.id, SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PRISMA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Seminar Nasional Pekan Ilmiah dan Penalaran Mahasiswa (PENA) 8.0 dengan mengusung...
Gubernur Lemhannas: Green Democracy Perkaya Wawasan Calon Pemimpin Nasional
RMBANTEN.COM — Jakarta — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily, menerima Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan
PMI Manufaktur Indonesia Melonjak 54, Menko Airlangga Sebut Ekonomi Nasional Menguat
Industri manufaktur Indonesia mencatatkan kinerja ekspansif sepanjang Oktober 2026. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur nasional naik ke level 54, meningkat dari posisi 52,4 pada...
33 Negara Dibayangi Krisis Pangan. Stok Beras Nasional Tembus 25 Juta Ton
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 25 juta ton dan cukup hingga Juli–Agustus
