Monday, 2 November 2026

Terkini
Nasional

Seminar Nasional PENA 8.0, UKM PRISMA UMS Dorong Mahasiswa Wujudkan Inovasi Berkelanjutan dan Kewirausahaan

ums.ac.id, SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PRISMA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Seminar Nasional Pekan Ilmiah dan Penalaran Mahasiswa (PENA) 8.0 dengan mengusung tema “Youth-Driven Sustainability: Kontribusi Mahasiswa dalam...

Sumber foto: News UMS

ums.ac.id, SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PRISMA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Seminar Nasional Pekan Ilmiah dan Penalaran Mahasiswa (PENA) 8.0 dengan mengusung tema “Youth-Driven Sustainability: Kontribusi Mahasiswa dalam Mewujudkan Inovasi Berkelanjutan dan Kewirausahaan melalui Asta Cita Berbasis SDGs”. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian PENA 8.0, yang sebelumnya menghadirkan Lomba Esai dan Business Plan Competition (BPC).

Ketua Pelaksana PENA 8.0, Wendy Yossamodra menyampaikan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk menyampaikan ide dan memberikan solusi bermanfaat bagi masyarakat.

“Kegiatan ini berangkat dari mahasiswa yang memiliki ide. Melalui tema yang diusung, kami mengajak mahasiswa untuk menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Wendy, Senin (2/11/2026).

Sementara Muhammad Daffa Luthfi Bahtiar, selaku Ketua Umum UKM PRISMA UMS menyebut tema yang diangkat oleh timnya merupakan ikhtiar untuk mendorong keberlanjutan.

“Pada PENA 8.0, tema yang kami bawa adalah kontribusi mahasiswa yang berkelanjutan. Tema ini kami soroti karena mahasiswa berperan sebagai kontrol sosial yang berkaitan dengan Asta Cita. Sebagai mahasiswa, kita dapat menjalankan peran kontrol sosial tersebut dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selanjutnya Pembina UKM PRISMA UMS, Muhammad Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T., berharap mahasiswa dapat terus berimprovisasi.

“Sebagai pimpinan, kami akan terus mendorong mahasiswa untuk melakukan perubahan. Terima kasih kepada PRISMA yang pada tahun ini berhasil menyelenggarakan event nasional. Kompetisi ini merupakan kompetisi yang berkualitas. Kami berharap seminar nasional sebagai rangkaian kegiatan terakhir ini dapat menjadi inspirasi untuk mewujudkan Indonesia Emas,” ujarnya.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS Ahmad Kholid Al Ghofari, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi kepada UKM PRISMA yang tidak hanya mengirimkan anggotanya untuk aktif mengikuti perlombaan, tetapi mampu menyelenggarakan lomba.

“PRISMA tidak hanya menjadi UKM yang mengikuti lomba, tetapi juga menyelenggarakan lomba. Tahun ini PRISMA juga lolos PPK Ormawa. Kegiatan ini dihadiri tidak hanya oleh peserta, tetapi juga oleh dosen pendamping yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) namun tetap menyempatkan hadir. Tentu event seperti ini merupakan capaian yang luar biasa. Para ketua dan pemimpin organisasi inilah yang harus terus dijaga,” harapnya.

Dalam seminar sekaligus grand closing itu, Minggu (18/10/2026), moderator seminar Agita Asri K., yang merupakan Mahasiswa Berprestasi (Mapres) FKIP UMS 2026 sekaligus Co-Founder SandarKami memperkenalkan Samuel Lie sebagai pembicara. Samuel Lie merupakan Founder & CEO Zypia, kreator konten edukasi, serta penerima beasiswa fully-funded di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah mengisi lebih dari 100 acara sebagai public speaker.

Dalam sesi talkshow interaktif, Samuel Lie membuka materi dengan pertanyaan provokatif, “Kuliah itu scam?” Menurutnya, yang menarik bukanlah viralnya pernyataan tersebut, melainkan pesan di baliknya, bahwa kuliah merupakan jembatan untuk eksplorasi diri. Setiap tahun terdapat sekitar 2,5 juta lulusan sarjana, sedangkan menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) hanya sekitar 1,03 juta yang terserap di dunia kerja per tahun.

Hal ini menunjukkan bahwa masuk kuliah tidak otomatis menjamin masa depan yang aman. Ia mengaitkan tema tersebut dengan Asta Cita, bahwa fokus mahasiswa berada pada quality education dan mahasiswa berperan sebagai agent of change menuju Indonesia Emas 2045. Ia juga mengajak peserta menjadi high achievers, karena nilai bagus merupakan kewajiban dan standar minimum, sedangkan pencapaian lainnya adalah bonus.

Pada materi Study Smart Time Management, Samuel Lie menekankan bahwa dari 24 jam sehari, yang perlu dioptimalkan adalah efektivitas waktu belajar, salah satunya dengan Prinsip Pareto, yaitu 80% hasil berasal dari 20% usaha. Ia juga menjelaskan cara kerja otak dan menegaskan bahwa belajar tidak boleh berhenti pada encoding, tetapi harus dimaksimalkan hingga retrieval ke memori jangka panjang.

Pada materi Entrepreneurship, ia menegaskan bahwa kunci kewirausahaan adalah mindset. Mahasiswa diajak keluar dari zona nyaman, mencari high value skill, dan segera memulai, karena mahasiswa paling sukses adalah mereka yang berani mencoba meski pernah gagal.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dan dipandu moderator. Moderator menanyakan awal mula pembuatan Zypia. Samuel Lie menjelaskan bahwa Zypia adalah platform belajar untuk Gen Z, seperti persiapan UTBK, dengan fitur pembeda berupa smart scrolling.

“Platform ini dibangun dengan modal nekat tanpa uang sepeser pun, tetapi didukung konsistensi sejak awal,” kata Samuel.

Peserta juga antusias mengajukan pertanyaan. Salah satu mahasiswa, Ardafa, menanyakan seberapa efektif formula sukses individu jika masalah utama mahasiswa Gen Z yang belum bekerja berada pada faktor ekonomi. Lalu Samuel Lie menjawab bahwa keberuntungan turut berperan, dan kesiapan individu serta sistem harus berjalan beriringan.

Di akhir acara, Samuel Lie berpesan bahwa mahasiswa cukup beruntung sehingga tidak boleh berada di zona nyaman, karena dunia sedang tidak baik-baik saja. Mahasiswa diminta menemukan jati diri, mencari skill yang bernilai tinggi, dan mampu bertahan dengan skill tersebut, bukan mencari value diri di tempat yang nyaman. (Maysali/Humas)

Sumber: News UMS. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *