Umrah Tidak Disetop, Meski Arab Saudi Tengah Perang
Mataram (Suara NTB) – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) NTB memastikan perjalanan ibadah umrah jemaah Indonesia masih berjalan seperti biasanya. Meski Arab Saudi tengah menghadapi perang dengan...

Mataram (Suara NTB) – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) NTB memastikan perjalanan ibadah umrah jemaah Indonesia masih berjalan seperti biasanya. Meski Arab Saudi tengah menghadapi perang dengan kelompok Houthi.
Kepala Kanwil Kemenhaj NTB, H. Lalu Muh. Amin menjelaskan, hingga saat ini, pemerintah belum mengeluarkan kebijakan larangan maupun penundaan keberangkatan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Ia mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan situasi keamanan dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta otoritas Arab Saudi untuk memastikan aktivitas ibadah umrah tetap berlangsung dengan aman.
“Sejauh ini belum ada keputusan atau imbauan yang melarang perjalanan ke Arab Saudi. Namun, pemerintah terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan pihak terkait,” ujarnya, Senin (19/10).
Meski keberangkatan umrah belum dibatasi, Amin menegaskan pemerintah mengambil langkah preventif untuk mengantisipasi dampak eskalasi konflik. Salah satunya dengan mengimbau jemaah dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) agar lebih cermat memilih rute penerbangan.
Jemaah diminta menghindari penerbangan transit di negara atau wilayah yang berpotensi terdampak konflik militer. Pemerintah juga mendorong jemaah memilih penerbangan langsung (direct flight) menuju Jeddah atau Madinah untuk mengurangi risiko perjalanan.
Menurut Amin, pemilihan rute penerbangan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan di tengah dinamika geopolitik yang masih berkembang. Karena itu, penyelenggara perjalanan umrah diharapkan memperhatikan kondisi keamanan dan informasi resmi sebelum memberangkatkan jemaah.
Ia berharap ketegangan di kawasan Timur Tengah segera mereda, sehingga aktivitas perjalanan dan pelaksanaan ibadah umat Islam di Tanah Suci dapat berlangsung lancar.
“Pemerintah mengambil langkah preventif. Kami mengimbau jemaah agar menghindari rute transit di wilayah yang rawan terdampak konflik dan memilih penerbangan langsung ke Jeddah atau Madinah,” tandasnya.(bul)
Sumber: SUARANTB.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Punya Statestik Menterang, Striker Keturunan di Liga Islandia ini Bikin PSSI Kepincut
Setelah Demian Hesus Agustien yang bermain di Arsenal ramai diperbincangkan menjadi calon pemain naturalisasi, terbaru PSSI mulai memantau satu lagi pemain muda berdarah Indonesia...
Polda Banten Apresiasi Suporter, Pertandingan Dewa United vs Persija Berlangsung Tertib dan Kondusif
Serang – Polda Banten menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh suporter serta pecinta...
MU Hancur di Stamford Bridge! Kartu Merah Martinez Bisa Jadi Akhir Carrick
Manchester United kembali menelan hasil buruk setelah kalah 0-2 dari Chelsea dalam lanjutan Premier League di Stamford Bridge.
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.
