Saturday, 31 October 2026

Terkini
Bola

MU Hancur di Stamford Bridge! Kartu Merah Martinez Bisa Jadi Akhir Carrick

Manchester United kembali menelan hasil buruk setelah kalah 0-2 dari Chelsea dalam lanjutan Premier League di Stamford Bridge.

Sumber foto: tutur.co.id

London (Tutur.co.id) – Manchester United kembali menelan hasil buruk setelah kalah 0-2 dari Chelsea dalam lanjutan Premier League di Stamford Bridge, Sabtu (31/10/2026). Kekalahan ini semakin memperburuk situasi Michael Carrick yang kini berada di bawah tekanan besar. Bahkan, pertandingan itu berpotensi menjadi laga terakhirnya sebagai pelatih Setan Merah.

Dua gol Chelsea dicetak oleh Morgan Rogers dan Cole Palmer. Namun, sorotan utama tertuju pada Lisandro Martinez yang menerima kartu merah pada menit ke-63 setelah mendapatkan dua kartu kuning dalam waktu kurang dari dua menit.

Hasil ini membuat Manchester United semakin terpuruk di papan bawah klasemen dengan koleksi tujuh poin dan bahkan berisiko masuk zona degradasi pada akhir pekan. Sementara itu, kemenangan membawa Chelsea naik ke peringkat keempat dengan raihan 16 poin.

Babak Pertama: Peluang Terbuang, Gol Cunha Dianulir

Manchester United sebenarnya datang ke Stamford Bridge dengan strategi mengandalkan serangan balik. Pendekatan tersebut cukup efektif pada babak pertama, meskipun mereka gagal memaksimalkan sejumlah peluang.

Kesempatan terbaik Setan Merah datang pada menit ke-19. Amad Diallo mengirimkan bola kepada Bryan Mbeumo di sisi kanan sebelum sang winger melepaskan umpan ke arah Bruno Fernandes.

Fernandes berhasil membawa bola ke dalam kotak penalti, tetapi gagal mengatur posisi tembakannya dengan baik. Sepakan kaki kirinya justru melambung jauh di atas mistar gawang. Peluang emas tersebut menjadi kerugian besar bagi MU yang sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencuri keunggulan.

Setan Merah sempat bersorak pada menit ke-35 ketika Matheus Cunha berhasil menjebol gawang Chelsea. Berawal dari sepak pojok Fernandes, Harry Maguire menyambut bola dan mengarahkannya kepada Cunha yang kemudian menyelesaikannya menjadi gol.

Namun, kegembiraan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah pemeriksaan tayangan ulang, Cunha dinyatakan berada dalam posisi offside. Gol Man United pun dianulir. Chelsea berhasil mempertahankan gawangnya tanpa kebobolan hingga turun minum, meski performa mereka belum sepenuhnya meyakinkan.

Morgan Rogers Hukum Kelengahan Pertahanan MU

Memasuki babak kedua, Chelsea mulai meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya langsung terlihat pada menit ke-50 ketika Morgan Rogers membuka keunggulan tuan rumah. Rogers menerima bola di lini tengah dan melaju ke depan tanpa mendapatkan tekanan berarti dari pemain Manchester United.

Lisandro Martinez dan Harry Maguire gagal menghentikan pergerakannya ketika gelandang Chelsea tersebut memasuki kotak penalti. Rogers kemudian melepaskan penyelesaian cerdik dengan mencungkil bola melewati kiper Senne Lammens.

Gol tersebut memperlihatkan rapuhnya koordinasi pertahanan Manchester United. Rogers mendapatkan terlalu banyak ruang untuk membawa bola dan menyelesaikan peluang tanpa gangguan berarti. Chelsea pun unggul 1-0 dan semakin percaya diri mengendalikan permainan.

Kartu Merah Martinez dan Penalti Palmer Hancurkan MU

Petaka Manchester United semakin besar pada menit ke-63. Lisandro Martinez harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran terhadap Wesley Fofana dalam situasi sepak pojok.

Insiden tersebut terjadi ketika Martinez melakukan tantangan tanpa berfokus pada bola. Setelah meninjau tayangan VAR, wasit memutuskan memberikan penalti kepada Chelsea sekaligus mengusir bek asal Argentina tersebut.

Keputusan Martinez dinilai ceroboh karena membuat Manchester United kehilangan satu pemain ketika masih berusaha mengejar ketertinggalan.

Cole Palmer yang maju sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya pada menit ke-64. Ia mengarahkan tendangan penalti ke sisi kanan bawah gawang. Lammens sempat berusaha menepis bola, tetapi gagal mengamankannya sehingga bola tetap bergulir melewati garis gawang. Chelsea pun menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Bermain dengan 10 pemain, Manchester United semakin kesulitan mengembangkan permainan. Chelsea mampu menguasai jalannya pertandingan hingga peluit akhir berbunyi.

Morgan Rogers Jadi Pemain Terbaik Pertandingan

Morgan Rogers layak mendapatkan predikat pemain terbaik dalam pertandingan ini. Gelandang Chelsea tersebut menjadi sosok penting di balik kemenangan timnya.

Selain mencetak gol pembuka, Rogers juga berperan dalam insiden yang membuat Martinez menerima kartu kuning pertama.

Saat membawa bola melewati bek Manchester United di sisi kanan kotak penalti, Rogers berhasil memancing Martinez melakukan pelanggaran. Insiden tersebut menjadi awal dari rangkaian kejadian yang berujung pada kartu merah sang pemain.

Kontribusi Rogers menunjukkan betapa pentingnya perannya dalam permainan Chelsea, baik ketika membangun serangan maupun menciptakan tekanan terhadap pertahanan lawan.

Chelsea tampil lebih dominan sepanjang pertandingan, terutama dalam penguasaan bola dan jumlah peluang yang diciptakan.

Chelsea unggul dalam penguasaan bola, jumlah tembakan, dan peluang tepat sasaran. Sementara itu, Manchester United mencatatkan jumlah pelanggaran jauh lebih banyak, yakni 20 kali berbanding delapan milik tuan rumah.

Statistik tersebut menggambarkan kesulitan Setan Merah dalam mengimbangi permainan Chelsea, terutama setelah Martinez diusir dari lapangan.

Carrick Makin Tertekan, Masa Depan MU Jadi Tanda Tanya

Kekalahan dari Chelsea semakin memperbesar tekanan terhadap Michael Carrick. Manchester United kini tertahan di posisi ke-16 dengan tujuh poin dan belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang meyakinkan.

Meski demikian, persoalan klub tidak sepenuhnya bisa dibebankan kepada sang pelatih.

Manchester United juga dinilai gagal mendapatkan dukungan yang memadai dari para pemilik bersama INEOS serta sejumlah pemain kunci yang seharusnya mampu menjadi pembeda di lapangan.

Kesalahan individual, lemahnya pertahanan, dan buruknya penyelesaian akhir kembali menjadi persoalan yang menghantui Setan Merah. Penampilan Martinez dalam pertandingan ini bahkan dianggap mencerminkan sejumlah masalah yang telah lama membayangi klub sejak era Sir Alex Ferguson berakhir pada 2013.

Di sisi lain, kemenangan ini menjadi angin segar bagi pelatih Chelsea, Xabi Alonso. Sebelumnya, posisi Alonso sempat mendapat sorotan setelah timnya mengalami kekalahan dari Tottenham Hotspur dan Liverpool.

Meski memiliki ambisi untuk bersaing dalam perebutan gelar Premier League, kualitas skuad Chelsea dinilai belum cukup untuk menjamin mereka menjadi kandidat juara. Finis di empat besar mungkin menjadi target yang lebih realistis bagi The Blues musim ini.

Jadwal Berikutnya: Chelsea dan Manchester United

Chelsea masih memiliki satu pertandingan sebelum jeda internasional karena tidak tampil di kompetisi Eropa. Mereka dijadwalkan menghadapi Sunderland pada 8 November di Stadium of Light.

Sementara itu, Manchester United akan kembali beraksi di Liga Champions dengan menjamu Roma pada Selasa di Old Trafford. Setelah itu, Setan Merah akan menghadapi Aston Villa dalam lanjutan Premier League pada 8 November.

Sumber: tutur.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *