Transaksi BNIdirect Tumbuh 17 Persen, Tembus Rp6.039 Triliun hingga Juni

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Volume transaksi BNIdirect mencapai Rp6.039 triliun hingga akhir Juni 2026, tumbuh 17 persen secara tahunan. Pertumbuhan transaksi tersebut terjadi seiring jumlah pengguna BNIdirect yang telah mencapai 280 ribu nasabah.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan pertumbuhan transaksi digital menjadi bagian dari strategi perseroan memperkuat layanan bagi nasabah bisnis. BNI juga mengoptimalkan jaringan kantor melalui implementasi Branch, Region & Area Value Empowerment (BRAVE).
“Melalui BRAVE, setiap wilayah dan kantor cabang memiliki peran yang semakin kuat dalam menggali potensi ekonomi lokal serta membangun ekosistem bisnis. Integrasi antara kapabilitas jaringan dan solusi digital diharapkan dapat mempercepat akuisisi, memperluas transaksi, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan nasabah,” ujar Putrama dalam keterangan, Selasa (11/8/2026).
BNIdirect digunakan oleh berbagai segmen nasabah bisnis, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga perusahaan dan institusi. Bagi pelaku usaha, layanan tersebut mencakup transfer dana, pembayaran massal, hingga pengelolaan rekening secara daring.
Seiring meningkatnya skala usaha, kebutuhan pengelolaan keuangan juga semakin kompleks. Pelaku usaha tidak hanya membutuhkan kemudahan transaksi, tetapi juga pemantauan arus dana dan pengendalian terhadap transaksi.
Untuk kebutuhan tersebut, BNI menyediakan mekanisme multi-user pada BNIdirect bisnis dengan pembagian peran Maker, Approver, dan Releaser. Maker memasukkan transaksi, Approver memeriksa dan memvalidasi, sedangkan Releaser meneruskan transaksi kepada bank untuk diproses.
Sementara itu, BNIdirect Cash ditujukan bagi nasabah institusi, perusahaan, instansi, dan yayasan dengan volume serta kompleksitas transaksi yang lebih tinggi.
Putrama mengatakan penguatan layanan digital tersebut berjalan beriringan dengan optimalisasi jaringan BNI melalui BRAVE yang telah diterapkan di seluruh wilayah operasional.
Melalui BRAVE, kantor cabang didorong untuk memahami karakteristik ekonomi lokal, menggali peluang usaha, dan membangun ekosistem bisnis di masing-masing wilayah. Implementasi BRAVE dan pengembangan BNIdirect juga dijalankan dalam agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia.
Artikel terkait
Berita terbaru
Seminar Nasional PENA 8.0, UKM PRISMA UMS Dorong Mahasiswa Wujudkan Inovasi Berkelanjutan dan Kewirausahaan
ums.ac.id, SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PRISMA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Seminar Nasional Pekan Ilmiah dan Penalaran Mahasiswa (PENA) 8.0 dengan mengusung...
Gubernur Lemhannas: Green Democracy Perkaya Wawasan Calon Pemimpin Nasional
RMBANTEN.COM — Jakarta — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily, menerima Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan
PMI Manufaktur Indonesia Melonjak 54, Menko Airlangga Sebut Ekonomi Nasional Menguat
Industri manufaktur Indonesia mencatatkan kinerja ekspansif sepanjang Oktober 2026. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur nasional naik ke level 54, meningkat dari posisi 52,4 pada...
33 Negara Dibayangi Krisis Pangan. Stok Beras Nasional Tembus 25 Juta Ton
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 25 juta ton dan cukup hingga Juli–Agustus
