Torreense Jalani Debut Kandang Eropa saat Hadapi Sunderland
Torreense, klub divisi dua Portugal, menjalani laga kandang Eropa pertama saat menjamu Sunderland di Leiria pada Kamis.

Laga melawan Sunderland pada Kamis akan menjadi pertandingan kandang Eropa pertama Torreense, klub divisi dua Portugal yang lolos ke Liga Europa setelah mengejutkan Sporting dan menjuarai Taca de Portugal, menurut BBC Sport. Karena stadion mereka tak memenuhi standar UEFA, pertandingan digelar di Leiria, sekitar 47 mil dari markas klub.
Menurut BBC Sport, Torreense sudah lebih dulu menjalani debut Eropa saat bertandang ke klub Norwegia, Lillestrom, dan menang untuk mengoleksi tiga poin. Hingga akhir Januari, mereka masih akan menghadapi Ferencvaros, Ararat-Armenia, Celtic, Real Sociedad, Lech Poznan, dan Olympiacos.
BBC Sport melaporkan kelolosan ke fase liga Liga Europa menjamin pemasukan sedikitnya 5 juta euro atau sekitar 4,2 juta poundsterling. Tambahan hasil positif dan setiap putaran yang dilewati akan menambah nilai tersebut.
Andre Sabino, direktur sepak bola sekaligus CEO Torreense, menyebut momen ini sebagai tonggak penting bagi klub.
"Ini adalah momen bersejarah," ujar Andre Sabino, direktur sepak bola dan CEO Torreense.
Ia mengatakan Torreense tidak ingin sekadar menjadi pelengkap di kompetisi ini. Menurut Sabino, lawan-lawan yang dihadapi memiliki sejarah besar, identitas kuat, dan pengalaman panjang di Eropa.
"Ini sesuatu yang luar biasa bagi Torreense. Klub-klub ini memiliki sejarah besar, identitas kuat, dan pengalaman Eropa yang sangat besar," ujar Sabino, direktur sepak bola dan CEO Torreense.
Sabino menilai kehadiran di turnamen yang sama merupakan kehormatan, tetapi klubnya tetap memburu daya saing. Ia juga menyinggung tantangan bermain jauh dari kandang asli karena persoalan regulasi dan logistik.
"Bisa berada di kompetisi yang sama dan bersaing melawan mereka adalah sebuah kehormatan. Tetapi kami tidak ingin sekadar berpartisipasi. Kami ingin bersaing," ujar Sabino, direktur sepak bola dan CEO Torreense.
Menurut Sabino, bermain di kandang semestinya berarti tampil di stadion sendiri, di depan pendukung sendiri, dan dalam lingkungan yang merepresentasikan klub. Namun ia mengatakan klub memahami tuntutan teknis kompetisi Eropa.
"Jelas, ini bukan kondisi ideal," ujar Sabino, direktur sepak bola dan CEO Torreense.
Ia mengatakan Torreense memilih melihat gambaran yang lebih besar sambil memaksimalkan atmosfer kandang di Leiria. Dukungan suporter, kata dia, tetap kuat meski mereka harus menempuh perjalanan pulang-pergi sekitar 150 kilometer.
"Bermain di kandang seharusnya berarti bermain di stadion Anda sendiri, di depan pendukung Anda sendiri dan di lingkungan yang mewakili klub Anda." ujar Sabino, direktur sepak bola dan CEO Torreense.
Sabino menambahkan kesempatan tampil di Liga Europa patut disyukuri dan harus dikelola secara bertanggung jawab, termasuk dalam penggunaan pemasukan baru. Menurut dia, klub ingin memperkuat struktur dan mempercepat proyek tanpa mengorbankan pertumbuhan berkelanjutan.
"Tetapi pada saat yang sama, kami memahami tuntutan logistik dan regulasi yang terlibat dalam kompetisi Eropa." ujar Sabino, direktur sepak bola dan CEO Torreense.
Ia mengatakan identitas kandang tidak semata ditentukan jarak, melainkan kehadiran orang-orang yang mendukung klub. Torreense berharap Leiria dipenuhi warna klub sejak menit pertama.
"Kami harus melihat gambaran yang lebih besar. Kami sangat bersyukur atas kesempatan untuk bersaing di Liga Europa, dan kami akan membuat Leiria terasa senyaman mungkin seperti rumah sendiri," ujar Sabino, direktur sepak bola dan CEO Torreense.
Sabino juga menekankan tambahan dana tidak otomatis berarti belanja tanpa kendali. Menurut BBC Sport, Torreense merekrut 19 pemain baru dari 10 negara, sementara dari total 32 pemain senior hanya empat yang berkebangsaan Portugal.
"Para pendukung kami dan orang-orang kami adalah yang membuat sebuah tempat menjadi rumah, terlepas dari berapa kilometernya. Respons dari para pendukung kami luar biasa," ujar Sabino, direktur sepak bola dan CEO Torreense.
Musim lalu, Torreense gagal promosi ke divisi teratas Portugal untuk pertama kali sejak 1991-92 setelah kalah agregat 0-2 dari Casa Pia di play-off promosi-degradasi. Pada musim ini, menurut BBC Sport, mereka baru menang sekali dari tujuh laga awal liga.
"Mereka memahami bahwa ini adalah momen bersejarah bagi Torreense dan mereka ingin menjalaninya bersama kami." ujar Sabino, direktur sepak bola dan CEO Torreense.
Sabino menutup rangkaian keterangannya dengan harapan akan dukungan besar saat laga kandang Eropa perdana digelar. Ia juga menyebut sepak bola Eropa telah mengubah persepsi terhadap klub dan menaikkan ekspektasi.
"Kami berharap melihat Leiria dipenuhi warna Torreense dan merasakan dukungan itu sejak menit pertama," ujar Sabino, direktur sepak bola dan CEO Torreense.
Dalam penjelasannya mengenai dampak finansial, Sabino menyebut angka 5 juta euro sangat berarti bagi klub seukuran Torreense. Dana itu, menurut dia, membuka peluang untuk memperkuat sejumlah area dan mempercepat proyek.
"Bagi klub seperti Torreense, ini jumlah yang sangat signifikan," ujar Sabino, direktur sepak bola dan CEO Torreense.
Ia menambahkan keberhasilan juga membawa tanggung jawab. Karena itu, kata Sabino, tujuan klub bukan sekadar membelanjakan lebih banyak, melainkan menanamkan sumber daya secara cermat.
"Ini memberi kami kesempatan untuk memperkuat klub di beberapa area dan mempercepat proyek-proyek yang jika tidak tentu akan memakan waktu jauh lebih lama." ujar Sabino, direktur sepak bola dan CEO Torreense.
Sabino mengatakan kehati-hatian menjadi prinsip utama setelah pencapaian ini. Menurut dia, struktur klub dan syarat pertumbuhan berkelanjutan harus menjadi prioritas penggunaan dana.
"Namun, kami harus sangat bertanggung jawab. Kesuksesan dapat menciptakan peluang, tetapi juga menciptakan tanggung jawab." ujar Sabino, direktur sepak bola dan CEO Torreense.
Ia menilai tantangan musim ini berbeda karena partisipasi di Eropa membuat Torreense lebih menarik bagi sebagian pemain, tetapi juga meningkatkan tuntutan performa. BBC Sport mencatat sebagian besar rekrutan datang dari luar liga teratas negara asal mereka.
"Tujuan kami bukan semata-mata membelanjakan lebih banyak karena kami memiliki lebih banyak sumber daya. Kami ingin berinvestasi dengan cerdas, memperkuat struktur klub dan menciptakan kondisi untuk pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Sabino, direktur sepak bola dan CEO Torreense.
"Ini adalah tantangan yang sangat berbeda," ujar Sabino, direktur sepak bola dan CEO Torreense.
Ia mengatakan status sebagai peserta kompetisi Eropa mengubah cara pemain memandang Torreense. Di saat bersamaan, ekspektasi terhadap klub ikut meningkat.
"Sepak bola Eropa mengubah persepsi terhadap klub dan secara alami membuat Torreense lebih menarik bagi pemain tertentu, tetapi itu juga meningkatkan ekspektasi," ujar Sabino, direktur sepak bola dan CEO Torreense.
Jose Delgado, jurnalis sepak bola Portugal dan mantan kiper Benfica, menilai keberhasilan Torreense memenangi Taca de Portugal sebagai kejadian yang sangat langka. Menurut dia, belum pernah ada klub divisi dua yang lolos dengan cara itu sejak format kompetisi berlaku pada 1938.
"Piala Portugal telah dimainkan sejak 1938 dalam formatnya yang sekarang dan itu adalah pertama kalinya tim divisi dua memenanginya," ujar Jose Delgado, jurnalis sepak bola Portugal dan mantan kiper Benfica.
Delgado menyebut kemenangan atas Sporting di final sebagai kejutan besar bagi kota Torreense. Ia juga menilai hasil kemenangan atas Lillestrom sudah melampaui perkiraan sebagian pengamat.
"Anda bisa membayangkan ketika mereka bisa mengalahkan klub raksasa seperti Sporting di final, itu cukup mengejutkan dan bagi kotanya, ini sesuatu yang sangat, sangat spesial," ujar Delgado, jurnalis sepak bola Portugal dan mantan kiper Benfica.
Menurut Delgado, sebelum laga pertama banyak orang menilai Torreense tidak punya peluang. Namun kemenangan itu, kata dia, memberi kejutan positif sekaligus poin penting bagi Portugal dalam peringkat antarklub UEFA.
"Saya pikir Torreense bisa menjalani Liga Europa tanpa poin," ujar Delgado, jurnalis sepak bola Portugal dan mantan kiper Benfica.
Sumber: Suara Independent News. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Kehebohan Tim Cheering Bakar Semangat Peserta Jakarta Running Festival 2026
Liputan6.com, Jakarta – Suasana myBCA Jakarta Running Festival 2026 tak hanya diramaikan oleh para pelari yang berjuang mencapai garis finis. Di sepanjang rute, para...
Intip Koper Traveling Berdesain Sporty ala Mobil Sport, Fungsional untuk Berbagai Perjalanan
Liputan6.com, Jakarta – Saat bepergian, koper tak hanya berfungsi untuk menyimpan barang, tapi juga menunjang kenyamanan dan gaya selama perjalanan. Kapasitas, material, dan desain...
Moto3 Australia 2026 Batal Digelar karena Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kesedihan Usai Pole
Perbesar Veda Ega Pratama pada tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez. (Honda Team Asia) Liputan6.com, Victoria – Veda Ega Pratama tak bisa tampil...
Hadiri Rakornas ICCN 2026, Papua Tengah Perkenalkan TIFA ke Panggung Nasional
Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Papua Tengah memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Tanah...
