Resmi Dibuka, Ketum PSSI Targetkan IWL Lahirkan Pemain Berkualitas untuk Timnas
Liga sepak bola putri kembali bergulir setelah terakhir berjalan pada 2019 silam.

"Pembukaan yang saya rasa sangat-sangat optimistis. Mudah-mudahan pertandingannya berjalan baik," tambah dia.
Lebih lanjut, Erick menyampaikan kompetisi ini telah membuktikan bakal menjadi wadah penting untuk menambah jam terbang para pemain.
Seperti yang ditunjukkan di dua pertandingan sebelum upacara pembukaan di mana banyak pemain U17 yang turut bermunculan di kompetisi ini.
"Menariknya, dua pertandingan awal telah memperlihatkan banyak talenta baru dari kelompok usia U-17 hingga senior yang sebelumnya tidak terpantau kini mulai bermunculan," ujar pria 56 tahun itu.
PSSI menargetkan agar kompetisi ini mampu melahirkan banyak pemain berkualitas untuk memperkuat tim nasional, dengan impian besar menembus level Asia Tenggara hingga lolos ke Piala Dunia.
Untuk menjaga keberlangsungan liga, PSSI menerapkan komitmen kontrak selama 5 tahun bagi seluruh klub peserta sebelum nantinya dilakukan evaluasi berkala.
Oleh karena itu, langkah awal dimulai secara terukur dengan melibatkan 6 klub yang berpusat di sekitar Jakarta.
"Langkah ini diambil untuk memberi kesempatan kepada klub-klub peserta dalam membangun homebase (markas) yang kuat. Selain itu, PSSI berkomitmen memberikan dukungan penuhi," ucap Erick.
Selain itu, Erick juga mengapresiasi antusiasme tinggi dari para penonton di tahun pertama penyelenggaraan liga putri ini.
"Masyarakat yang selama ini menantikan kompetisi sepak bola wanita kini diundang untuk hadir langsung ke stadion guna membuktikan dukungannya secara nyata kepada klub dan para pemain timnas yang tersebar di berbagai klub," tutur Erick.
Sebagai bentuk motivasi tambahan, Erick menyatakan PSSI juga menyiapkan dukungan fasilitas dan partisipasi bagi klub juara untuk dikirim bertanding ke luar negeri.
"Dengan kerja keras bersama antara PSSI, klub, dan suporter, sepak bola wanita Indonesia diharapkan mampu bangkit dan menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional," imbuh Erick.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Sumber: Kompas.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Kehebohan Tim Cheering Bakar Semangat Peserta Jakarta Running Festival 2026
Liputan6.com, Jakarta – Suasana myBCA Jakarta Running Festival 2026 tak hanya diramaikan oleh para pelari yang berjuang mencapai garis finis. Di sepanjang rute, para...
Intip Koper Traveling Berdesain Sporty ala Mobil Sport, Fungsional untuk Berbagai Perjalanan
Liputan6.com, Jakarta – Saat bepergian, koper tak hanya berfungsi untuk menyimpan barang, tapi juga menunjang kenyamanan dan gaya selama perjalanan. Kapasitas, material, dan desain...
Moto3 Australia 2026 Batal Digelar karena Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kesedihan Usai Pole
Perbesar Veda Ega Pratama pada tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez. (Honda Team Asia) Liputan6.com, Victoria – Veda Ega Pratama tak bisa tampil...
Hadiri Rakornas ICCN 2026, Papua Tengah Perkenalkan TIFA ke Panggung Nasional
Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Papua Tengah memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Tanah...
