Ratusan pustakawan kumpul di Semarang perkuat kapasitas dan kompetensi
Lebih dari 200 pustakawan dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Semarang untuk mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) XXVI Tahun ANTARA News jateng peristiwa ...

Semarang (ANTARA) – Lebih dari 200 pustakawan dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Semarang untuk mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) XXVI Tahun 2026, sebagai forum memperkuat kapasitas dan kompetensi.
Kepala Perpustakaan Nasional Aminudin Aziz di Semarang, Selasa, mengatakan penguatan kapasitas pustakawan harus menjadi perhatian utama karena pustakawan unsur penting dalam pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.
Menurut dia, perkembangan teknologi membuat pustakawan tidak bisa terus bertahan pada pekerjaan-pekerjaan teknis yang dapat dikerjakan mesin.
"Pustakawan ini adalah jantungnya. Kita bicara teknologi, fasilitas, segala macam, tetapi kalau manusianya tidak kompeten, tidak memiliki pengetahuan yang cukup, dan berpikirnya hanya urusan yang sangat teknis, bagaimanapun pustakawan akan tertinggal," katanya.
Ia mengatakan pekerjaan teknis, seperti pengolahan dan klasifikasi dapat semakin banyak dibantu mesin.
Oleh karena itu, pustakawan justru harus mengembangkan kemampuan berpikir, mengevaluasi hasil kerja mesin, menciptakan program yang kreatif, serta membantu masyarakat memanfaatkan teknologi dan informasi.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
"Bicara tentang kreativitas itu hanya ada di manusia. Mesin tidak bisa membuat kreativitas sendiri tanpa diarahkan oleh manusia," katanya.
Ketua Umum IPI Joko Santoso mengatakan rakernas itu menjadi forum memperkuat kapasitas dan kompetensi pustakawan agar mampu menghadapi perkembangan teknologi.
"Termasuk kecerdasan buatan (AI) serta memperluas perannya dalam menggerakkan literasi masyarakat," katanya.
Ia menyebutkan Rakernas IPI berlangsung pada 6-8 Oktober 2026 diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Untuk memperkuat kompetensi anggota, rangkaian kegiatan diawali empat lokakarya yang membahas sertifikasi profesi, pemanfaatan Wiata Kinarya, implementasi ISO dalam layanan perpustakaan, serta SKKNI bidang perpustakaan.
Sertifikasi profesi diperlukan untuk mengukur dan memvalidasi kompetensi pustakawan, sedangkan standar ISO dan SKKNI menjadi instrumen untuk memastikan kerja kepustakawanan memiliki ukuran dan standar yang jelas.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Jateng Rahmah Nurhayati menambahkan pustakawan harus terus meningkatkan kapasitas dan profesionalitas.
Menurut dia, organisasi profesi IPI juga harus mampu terlibat dan bersinergi dengan berbagai pihak, sehingga keberadaan pustakawan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Pustakawan harus menjadi agen untuk penggerak literasi masyarakat Indonesia," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis Editor: Edhy Susilo COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Sumber: ANTARA News Jateng. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Punya Statestik Menterang, Striker Keturunan di Liga Islandia ini Bikin PSSI Kepincut
Setelah Demian Hesus Agustien yang bermain di Arsenal ramai diperbincangkan menjadi calon pemain naturalisasi, terbaru PSSI mulai memantau satu lagi pemain muda berdarah Indonesia...
Polda Banten Apresiasi Suporter, Pertandingan Dewa United vs Persija Berlangsung Tertib dan Kondusif
Serang – Polda Banten menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh suporter serta pecinta...
MU Hancur di Stamford Bridge! Kartu Merah Martinez Bisa Jadi Akhir Carrick
Manchester United kembali menelan hasil buruk setelah kalah 0-2 dari Chelsea dalam lanjutan Premier League di Stamford Bridge.
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.
