Rahmad Darmawan Pimpin Akademi Merah Putih Bersama Benfica
Rahmad Darmawan memimpin Akademi Merah Putih, program Malut United dan SL Benfica untuk membina anak usia 7-9 tahun, termasuk yatim piatu.

Pembinaan sepak bola bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu menjadi fokus Akademi Merah Putih, program hasil kolaborasi Malut United FC dengan klub Portugal, SL Benfica. Dilansir dari Bola, Rahmad Darmawan dipercaya memimpin akademi yang menyasar anak berusia 7-9 tahun, termasuk mereka yang berstatus yatim piatu.
Program ini dirancang untuk membuka kesempatan bagi anak-anak mendapatkan pembinaan sepak bola sejak dini. Selain mengembangkan kemampuan bermain, akademi tersebut membawa misi sosial dengan memberikan akses kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Penyiapan Akademi Merah Putih telah berjalan sejak kerja sama Malut United FC dan SL Benfica diumumkan di Stadion Kie Raha, Ternate, pada 16 Mei 2026. Dalam persiapannya, manajemen Java United FC ikut membantu pembentukan organisasi, penyusunan tim pelatih, serta proses seleksi calon peserta.
Bagi Rahmad Darmawan, tanggung jawab sebagai Direktur Akademi Merah Putih menjadi kesempatan untuk memperluas kontribusinya di dunia sepak bola. Setelah bertahun-tahun menangani tim senior, ia kini berfokus pada pengembangan kemampuan pemain sejak usia anak-anak.
Rahmad mengungkapkan kegembiraannya sekaligus tantangan yang menyertai kepercayaan tersebut.
“Saya sangat senang dan tertantang mendapatkan kepercayaan dari pemilik klub untuk memimpin sebuah akademi dengan misi yang sungguh mulia,” ujar Rahmad Darmawan yang menjabat Direktur Akademi Merah Putih.
Pengalaman Rahmad di sepak bola Indonesia menjadi salah satu bekal dalam menjalankan program tersebut. Lahir pada 28 November 1966, ia pernah berkiprah sebagai pemain dan pelatih tim nasional Indonesia serta menangani sejumlah klub papan atas.
Dalam perjalanan kariernya, Rahmad mengantarkan Sriwijaya FC menjadi juara kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia pada 2007-2008. Ia juga pernah membawa Persipura meraih gelar juara pada 2005. Pelatih yang dikenal dengan sapaan Coach RD itu kini mengarahkan sebagian pengalamannya untuk membina talenta muda.
Keterlibatan SL Benfica menjadi bagian penting dari rancangan pengembangan Akademi Merah Putih. Menurut Rahmad, kerja sama tersebut mencerminkan keseriusan pengelola dalam menjalankan program yang menggabungkan tujuan sosial dengan pembinaan sepak bola berkualitas.
Ia menilai ambisi pemilik klub tidak berhenti pada penyediaan kesempatan bagi anak-anak yang membutuhkan. Kemitraan dengan klub Portugal itu juga diarahkan untuk mendukung lahirnya pemain yang mampu bersaing pada jenjang lebih tinggi.
“Apalagi, mimpi pemilik klub tidak tanggung-tanggung. Selain kuat dalam misi sosial, bekerja sama dengan klub SL Benfica memperlihatkan keseriusan pemilik klub untuk melahirkan pemain sepak bola berkualitas,” kata Rahmad.
Akademi ini diharapkan menjadi ruang bagi para peserta untuk mengasah keterampilan dan membuka peluang melanjutkan karier sepak bola. Rahmad juga menargetkan pemain binaannya kelak dapat tampil di tingkat internasional serta memperkuat tim nasional Indonesia.
Kerja sama pembentukan akademi tersebut diresmikan di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Sabtu (16/5/2026). Dalam kegiatan itu hadir Dirk Soplanit selaku Direktur Utama PT Maluku Maju Sejahtera, perusahaan induk Malut United, bersama Lourenco dos Reis Ferreira sebagai Benfica International Business Manager dan Davide da Rocha Gomes sebagai Benfica International Technical Coordinator.
Pengelola Akademi Merah Putih sedang menyiapkan kedatangan calon peserta yatim piatu dari Maluku Utara dan Maluku yang telah terdaftar. Selain itu, kesempatan mengikuti seleksi terbuka akan tersedia bagi anak-anak berusia 7-9 tahun di Ternate dan Ambon.
Jajaran pelatih akademi akan memantau proses penerimaan tersebut, termasuk pelatih dari SL Benfica. Pengelola juga memastikan biaya seleksi dan aktivitas peserta selama mengikuti kamp pelatihan menjadi tanggungan pihak akademi.
Jadwal dan tempat pelaksanaan seleksi masih dimatangkan melalui koordinasi antara Rahmad dan tim pelatih Benfica. Informasi mengenai pelaksanaan seleksi terbuka akan disampaikan setelah persiapannya selesai.
Rahmad menjelaskan bahwa seleksi tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu serta mereka yang berstatus yatim atau piatu.
“Kami tengah berkoordinasi dengan tim pelatih Benfica dan akan segera menginformasikan waktu dan lokasi seleksi terbuka untuk anak-anak berusia 7-9 tahun yang berasal dari keluarga tidak mampu serta anak yatim dan piatu,” ujar Rahmad.
Melalui pembinaan terarah dan dukungan para pihak yang terlibat, Akademi Merah Putih diharapkan dapat memperluas akses pengembangan sepak bola bagi anak-anak sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan sepak bola Indonesia.
“Dengan niat baik, visi yang sama, serta kebersamaan dan dukungan semua pihak yang terlibat, saya yakin Akademi Merah Putih akan berkontribusi bagi kemajuan sepak bola Indonesia,” tutur Rahmad.
Sumber: Demokratis.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Kehebohan Tim Cheering Bakar Semangat Peserta Jakarta Running Festival 2026
Liputan6.com, Jakarta – Suasana myBCA Jakarta Running Festival 2026 tak hanya diramaikan oleh para pelari yang berjuang mencapai garis finis. Di sepanjang rute, para...
Intip Koper Traveling Berdesain Sporty ala Mobil Sport, Fungsional untuk Berbagai Perjalanan
Liputan6.com, Jakarta – Saat bepergian, koper tak hanya berfungsi untuk menyimpan barang, tapi juga menunjang kenyamanan dan gaya selama perjalanan. Kapasitas, material, dan desain...
Moto3 Australia 2026 Batal Digelar karena Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kesedihan Usai Pole
Perbesar Veda Ega Pratama pada tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez. (Honda Team Asia) Liputan6.com, Victoria – Veda Ega Pratama tak bisa tampil...
Hadiri Rakornas ICCN 2026, Papua Tengah Perkenalkan TIFA ke Panggung Nasional
Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Papua Tengah memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Tanah...
