Polisi Tangkap Pengemis Kaya, Ketahuan Bawa Rp90 Juta Cash

Jakarta, CNBC Indonesia – Polisi Dubai menangkap seorang pengemis yang kedapatan membawa uang tunai sebesar 20.000 dirham atau sekitar Rp90 juta. Penangkapan dilakukan dalam operasi khusus pemberantasan praktik mengemis ilegal di negara tersebut.
Dalam keterangan resminya dikutip Gulf News, Senin (2/3/2026), Dubai Police menyebut pelaku diamankan di area parkir umum oleh tim dari Departemen Orang Mencurigakan dan Fenomena Kriminal. Operasi ini merupakan bagian dari kampanye Combating Begging yang digelar bersama sejumlah mitra strategis.
Otoritas menilai praktik mengemis tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak citra kota serta kerap melibatkan modus penipuan yang terorganisir.
Direktur Departemen Orang Mencurigakan dan Fenomena Kriminal, Brigadir Ali Salem Al Shamsi mengungkapkan, pelaku secara khusus menyasar pemilik kendaraan mewah di tempat parkir maupun di lampu lalu lintas. Menurutnya, tersangka menggunakan cerita palsu tentang kemiskinan ekstrem dan kelaparan untuk membangkitkan rasa iba pengendara.
“Pengemis sering memakai kisah yang dibuat-buat dan berbagai trik untuk memanfaatkan simpati publik, termasuk di pintu masuk masjid, klinik, rumah sakit, pasar, hingga jalanan,” ujarnya.
Pemerintah Dubai saat ini tengah menggencarkan penindakan terhadap praktik mengemis, terutama saat Ramadan. Berdasarkan hukum federal Uni Emirat Arab, mengemis merupakan tindak pidana yang dapat dikenai sanksi tegas.
Dalam sejumlah kasus sebelumnya, pelaku bahkan terancam denda hingga 100.000 dirham atau setara sekitar Rp450 juta. Otoritas juga menegaskan, warga yang benar-benar membutuhkan bantuan seharusnya mengakses lembaga amal resmi atau institusi pemerintah yang berwenang menyalurkan bantuan secara legal.
Departemen Investigasi Kriminal Dubai mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang kepada pengemis karena berpotensi mendukung praktik penipuan terselubung. Warga diminta melaporkan aktivitas mencurigakan melalui aplikasi pintar Dubai Police melalui fitur “Police Eye” atau menghubungi pusat layanan 901.
Brigadir Al Shamsi menegaskan pihaknya akan terus melakukan patroli dan operasi terpadu untuk memberantas praktik yang disebutnya sebagai penyakit sosial yang mengeksploitasi kebaikan hati masyarakat.
(hsy/hsy)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Artikel terkait
Berita terbaru
Pengembangan perkotaan cerdas: Menjamin keamanan, pertahanan nasional, pertahanan sipil, dan pembangunan berkelanjutan.
(CLO) Pemerintah bertujuan untuk menciptakan kota pintar yang mampu menjaga operasional infrastruktur penting dan layanan penting dalam situasi darurat dan pertahanan, memenuhi persyaratan pertahanan...
Keberhasilan PSR di Siak: Produktivitas TBS Koperasi Mitra PTPN IV Lampaui Target Nasional
SIAK, SAWIT INDONESIA - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dijalankan oleh PTPN IV PalmCo melalui PTPN IV Regional III menunjukkan capaian produktivitas...
Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Mulai Merangkak Naik
Kenaikan harga tersebut rata-rata mencapai Rp200 per kilogram dan mulai dirasakan pedagang sejak tiga hingga empat hari lalu.
Pentagon Pasok 25 Ribu Drone untuk Perkuat Militer AS di Timur Tengah
Metapos.id, Jakarta — Amerika Serikat (AS) terus memperkuat kesiapan militernya di kawasan Timur Tengah melalui pengiriman lebih dari 25.000 sistem
