Sunday, 1 November 2026

Terkini
Bandar Lampung

Perjuangan Cari Nafkah Kian Berat, KNPI Lampung Dorong Evaluasi Kebijakan Ekonomi

Ada kegelisahan yang hari ini dirasakan oleh sebagian masyarakat, tetapi tidak semuanya mampu diungkapkan secara terbuka. Tentang bagaimana sulitnya mencari nafkah, beran

Sumber foto: VIVA Lampung

Bandar Lampung, Lampung – Ada kegelisahan yang hari ini dirasakan oleh sebagian masyarakat, tetapi tidak semuanya mampu diungkapkan secara terbuka.

Tentang bagaimana sulitnya mencari nafkah, beratnya memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan semakin besarnya tanggung jawab yang harus dipikul demi menjaga keluarga tetap bertahan.

Bagi sebagian orang, dua tahun terakhir bukanlah perjalanan yang mudah. Hari demi hari dijalani dengan perjuangan, sementara kepastian mengenai penghasilan dan masa depan belum tentu dapat digenggam.

Bagi mereka yang bekerja dengan penghasilan tetap maupun tidak tetap, persoalan ekonomi tidak berhenti ketika pekerjaan selesai. Justru setelah pulang ke rumah, ada tanggung jawab lain yang telah menunggu.

Kebutuhan makan, biaya pendidikan anak, tagihan listrik dan air, transportasi, cicilan, hingga berbagai keperluan keluarga harus tetap dipenuhi. Semua memiliki tenggat waktu, sementara sumber penghasilan tidak selalu bertambah mengikuti kebutuhan.

Di tengah situasi seperti ini, muncul sebuah pertanyaan mendasar, mengapa sebagian masyarakat merasa harus bekerja semakin keras hanya untuk mempertahankan kehidupan yang sama?

Pertanyaan tersebut bukan sekadar keluhan. Ini adalah gambaran kegelisahan yang perlu didengar, dipahami, dan dijadikan bahan evaluasi bersama.

Sebab, ketika perjuangan mencari nafkah semakin berat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh keluarga, lingkungan sosial, dunia usaha, dan masa depan generasi muda.

Ketika kerja keras belum tentu berbanding lurus dengan kesejahteraan

Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Lampung, Jamal, menyuarakan berbagai kegelisahan yang dirasakan oleh sebagian masyarakat terkait semakin beratnya perjuangan dalam mencari nafkah serta memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam dua tahun terakhir.

Menurut Jamal, persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat tidak sekadar soal mencari pendapatan semata, melainkan beban tanggungan yang terus berjalan di tengah ketidakpastian penghasilan.

Mulai dari biaya pendidikan anak, kebutuhan pokok, tagihan listrik, hingga cicilan bulanan yang harus dipenuhi tanpa mengenal kondisi.

"Bagi sebagian pekerja, penghasilan yang diterima setiap bulan harus segera dibagi untuk berbagai kebutuhan. Belum sempat menikmati hasil kerja, uang tersebut sudah memiliki banyak tujuan," ujar Jamal.

Sumber: VIVA Lampung. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *