Pemprov Kalsel Siapkan Rp 150 Miliar untuk Pembebasan Lahan Pembangunan Bendungan Riam Kiwa

BANJARBARU, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar sebagai biaya ganti rugi pembebasan lahan untuk pembangunan Bendungan Riam Kiwa. Bendungan tersebut rencananya akan dibangun di Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar.
Gubernur Kalsel, Muhidin menyebut pembangunan Bendungan Riam Kiwa sebagai proyek strategis yang dirancang untuk mengendalikan banjir di Kalsel. Untuk mempercepat proses pembangunan, pihaknya telah mematangkan pencairan anggaran pembebasan lahan bersama Balai Wilayah Sungai.
“Dari balai sudah menyiapkan sekitar Rp 150 miliar untuk pembebasan lahan,” ujar Muhidin kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Banjir Kalsel, Pembangunan Bendungan Riam Kiwa Dinilai Jadi Solusi
Aturan Ganti Rugi di Kawasan Hutan
Muhidin menjelaskan bahwa pembebasan lahan menjadi sangat krusial sebab sebagian lahan yang akan dibebaskan masuk dalam kawasan hutan. Terdapat aturan khusus mengenai jenis tanaman yang dapat diberikan kompensasi oleh pemerintah.
“Karena ada ketentuan bahwa kita tidak bisa membebaskan pohon yang dianggap sebagai pohon hutan,” ungkap Muhidin.
Untuk pohon-pohon yang tumbuh secara alami atau bukan yang ditanam oleh masyarakat setempat, maka tidak berhak diberikan ganti rugi. Hal ini sejalan dengan regulasi pengelolaan kawasan lindung yang berlaku.
“Hal ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan kawasan hutan,” kata Muhidin.
Baca juga: Cegah Banjir Berulang di Kalsel, Proyek Bendungan Riam Kiwa Dikebut
Perbedaan Tanaman Alami dan Budidaya
Muhidin melanjutkan, Pemprov Kalsel akan melakukan perhitungan secara cermat terhadap nilai tanaman tersebut sebagai bagian dari proses pembebasan lahan. Masyarakat setempat diimbau tidak khawatir soal besaran nilai ganti rugi sebab pemerintah akan memberikan nilai yang layak untuk tanaman hasil budidaya.
“Kecuali yang ditanam, seperti karet, itu bisa kita hitung dan memungkinkan untuk dibayar. Jadi ada perlakuan berbeda antara tanaman alami dengan tanaman budidaya masyarakat,” ujar Muhidin.
Selain sebagai pengendali banjir, Bendungan Riam Kiwa juga ditargetkan untuk mendukung ketahanan air serta sektor pertanian di daerah tersebut.
“Proyek Bendungan Riam Kiwa ini ditargetkan mendukung ketahanan air, pengendalian banjir, dan sektor pertanian di daerah,” tutur Muhidin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Artikel terkait
Berita terbaru
Peringati Hari Santri Nasional, Bupati Toha Ajak Santri Bangun Muba Lebih Cepat
KATANDA.ID, Muba – Di tengah ribuan santri yang menunduk khusyuk di Pendopoan Griya Bumi Serasan […]
Pesan Mengharukan Jadi Akhir Kisah Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal, Begini Pernyataan Lengkapnya
Cristiano Ronaldo resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Portugal. Megabintang berusia 41 tahun itu memutuskan pensiun dari sepak bola internasional setela
Federasi Sepak Bola Mesir memutuskan untuk memecat Hossam Hassan
Hari-hari Hossam Hassan di kursi kepelatihan timnas Mesir kini tinggal menghitung hari, setelah sebuah laporan media mengungkap bahwa para pejabat federasi sepak bola telah...
ALSA Unhas Gelar Kompetisi Bahasa Inggris Tingkat Nasional, Diikuti 355 Peserta
MataKita.co, Makassar – Asian Law Students’ Association Local Chapter Universitas Hasanuddin (ALSA LC Unhas) kembali menggelar ALSA English Competition (AECO) 2026 setelah terakhir kali...
