Pemerintah Klaim Aceh Tamiang Sudah Tidak Lumpuh Lagi Setelah Banjir-Longsor

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera Pemerintah Tito Karnavian mengeklaim Aceh Tamiang, Aceh, sudah tidak lumpuh lagi setelah bencana banjir dan longsor Sumatera yang terjadi pada November 2025 silam.
Hanya saja, Tito mengakui Aceh Tamiang menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Sumatera yang belum beroperasi sepenuhnya.
“Aceh Tamiang, alhamdulillah. Kemarin, pemerintahannya betul-betul lumpuh karena lumpur di 47 kantornya, sekarang sudah bersih, dan sudah melakukan operasional, meskipun belum sepenuhnya. Ini satu-satunya kabupaten pemerintahan yang belum beroperasi secara penuh, betul, kalau yang lain 51 semuanya sudah penuh beroperasional,” ujar Tito, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Baca juga: Keruk Sedimentasi di Aceh Tamiang, Menhan: Kita Memastikan Masa Depan Lebih Baik
Tito mengatakan, puskesmas di Aceh Tamiang juga sudah beroperasi, namun masih memerlukan bantuan.
Selain itu, kata dia, khusus akses jalan di Aceh Tamiang sudah relatif membaik.
“Akses jalan Tamiang relatif sudah baik nasional maupun provinsi kabupaten/kota, desa, jembatan sudah dilakukan perbaikan,” ucap dia.
Tito mengungkapkan bahwa air bersih di Aceh Tamiang masih bermasalah, walaupun sudah mendapat dukungan sumur bor.
Baca juga: Mendagri: Jumlah Pengungsi Terdampak Bencana Sumatera Turun Signifikan
Untuk sungai, Tito menyebut tim masih bekerja membersihkan sedimennya.
“Tapi sungainya, sungainya sungai paling besar di samping Sungai Meureudu yang membelah Bireun dengan Pidie Jaya. Ini adalah sungai Aceh Tamiang, tapi ini ada satgas sungai yang sudah mulai bekerja untuk mengklirkan sedimen di sana,” imbuh Tito.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Artikel terkait
Berita terbaru
Pengembangan perkotaan cerdas: Menjamin keamanan, pertahanan nasional, pertahanan sipil, dan pembangunan berkelanjutan.
(CLO) Pemerintah bertujuan untuk menciptakan kota pintar yang mampu menjaga operasional infrastruktur penting dan layanan penting dalam situasi darurat dan pertahanan, memenuhi persyaratan pertahanan...
Keberhasilan PSR di Siak: Produktivitas TBS Koperasi Mitra PTPN IV Lampaui Target Nasional
SIAK, SAWIT INDONESIA - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dijalankan oleh PTPN IV PalmCo melalui PTPN IV Regional III menunjukkan capaian produktivitas...
Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Mulai Merangkak Naik
Kenaikan harga tersebut rata-rata mencapai Rp200 per kilogram dan mulai dirasakan pedagang sejak tiga hingga empat hari lalu.
Pentagon Pasok 25 Ribu Drone untuk Perkuat Militer AS di Timur Tengah
Metapos.id, Jakarta — Amerika Serikat (AS) terus memperkuat kesiapan militernya di kawasan Timur Tengah melalui pengiriman lebih dari 25.000 sistem
