Masuk Indeks Kompas100, Saham Mana yang Layak Dikoleksi? Analis Pilih BRMS dan EMAS

JAKARTA, KOMPAS.com – Perubahan susunan konstituen Indeks Kompas100 menjadi perhatian investor yang tengah mencari peluang investasi baru.
Di antara sembilan emiten yang resmi bergabung dalam indeks, analis menjagokan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebagai saham yang paling menarik untuk dikoleksi lantaran prospek bisnis yang masih menjanjikan.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai dari sisi valuasi, BRMS dan EMAS menjadi dua saham yang paling menarik, setelah resmi masuk ke dalam Indeks Kompas100.
Menurutnya, kedua saham tersebut layak dicermati oleh investor yang memiliki pandangan positif terhadap siklus kenaikan harga emas (gold cycle). Prospek peningkatan produksi serta masih kuatnya tren harga emas dunia dinilai dapat menjadi katalis bagi kinerja kedua emiten ini.
“BRMS dan EMAS menarik bagi investor yang memiliki pandangan positif terhadap sentimen gold cycle,” ujar Nafan saat dihubungi Kompas.com, Senin malam (3/8/2026).
Baca juga: BEI Beberkan Ketentuan Emiten Masuk Indeks Bursa, Termasuk Kompas100
Sebagai informasi, sebanyak sembilan emiten resmi menjadi konstituen baru indeks Kompas100. Per Senin (3/8/2026) susunan konstituen indeks resmi berubah, setelah hasil evaluasi mayor atau rebalancing periode Juli 2026.
Perubahan tersebut menghadirkan sembilan emiten baru ke dalam jajaran indeks sekaligus mengeluarkan sembilan saham lain yang tidak lagi memenuhi kriteria seleksi.
Adapun, saham yang masuk ke dalam Indeks Kompas100 diantaranya; T BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN).
Lalu. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), serta PT RMK Energy Tbk (RMKE).
Baca juga: Kocok Ulang Anggota Kompas100, Analis Soroti Saham GGRM dan Grup Bakrie
Artikel terkait
Berita terbaru
Seminar Nasional PENA 8.0, UKM PRISMA UMS Dorong Mahasiswa Wujudkan Inovasi Berkelanjutan dan Kewirausahaan
ums.ac.id, SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PRISMA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Seminar Nasional Pekan Ilmiah dan Penalaran Mahasiswa (PENA) 8.0 dengan mengusung...
Gubernur Lemhannas: Green Democracy Perkaya Wawasan Calon Pemimpin Nasional
RMBANTEN.COM — Jakarta — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily, menerima Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan
PMI Manufaktur Indonesia Melonjak 54, Menko Airlangga Sebut Ekonomi Nasional Menguat
Industri manufaktur Indonesia mencatatkan kinerja ekspansif sepanjang Oktober 2026. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur nasional naik ke level 54, meningkat dari posisi 52,4 pada...
33 Negara Dibayangi Krisis Pangan. Stok Beras Nasional Tembus 25 Juta Ton
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 25 juta ton dan cukup hingga Juli–Agustus
