Main Medsos Lebih dari 2,5 Jam Sehari Berisiko Picu Depresi

Media sosial. (Ilustrasi). Penggunaan media sosial selama lebih dari 2,5 jam atau 150 menit per hari berkaitan dengan depresi pada orang dewasa.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penggunaan media sosial selama lebih dari 2,5 jam atau 150 menit per hari berkaitan dengan depresi pada orang dewasa. Hal ini merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Cincinnati (UC) dan Northwestern University serta dipublikasikan dalam jurnal Mental Health Research.
Para peneliti menganalisis data selama 11 tahun dari Media Behaviors and Influence Study mulai 2014. Hasilnya menunjukkan hubungan antara penggunaan media sosial dan depresi yang dilaporkan sendiri muncul secara konsisten pada setiap tahun yang diteliti.
“Mengenai depresi dan media sosial, argumennya terlihat jelas dalam berbagai pengujian ilmiah selama 11 tahun tersebut. Ini gambaran yang sangat buruk. Media sosial berbahaya bagi individu sepanjang rentang kehidupan,” kata peneliti UC Hans Breiter dilansir laman Medical Xpress, Jumat (28/8/2026).
Dalam studi ini, tim peneliti menganalisis 183.300 survei anonim dari orang dewasa berusia 18 hingga 70 tahun. Data berasal dari Media Behaviors and Influence Study, survei yang dilakukan setiap tahun oleh Prosper Insights & Analytics.
Survei tersebut telah dilakukan sejak 2002 dan mencakup 1.318 pertanyaan mengenai berbagai topik. Kondisi kesehatan responden diukur melalui 31 indikator, termasuk depresi yang dilaporkan sendiri.
Para peneliti kemudian menggunakan model pembelajaran mesin untuk menganalisis data. Model tersebut dievaluasi menggunakan berbagai alat yang dirancang untuk memastikan akurasi dan kalibrasinya. Dari analisis itu, peneliti menemukan hubungan yang semakin kuat antara penggunaan media sosial dan depresi.
Salah satu temuan utama penelitian adalah munculnya ambang batas sekitar 150 menit atau 2,5 jam penggunaan media sosial per hari. Peneliti menemukan korelasi dengan depresi yang dilaporkan sendiri pada responden yang menggunakan media sosial setidaknya 150 menit sehari. Pola tersebut ditemukan secara konsisten pada seluruh 11 tahun yang dianalisis.
“Kesehatan mental dan kebahagiaan berkaitan dengan keterlibatan aktif di dunia nyata dan memiliki tujuan hidup, bukan sekadar menonton sesuatu secara pasif selama berjam-jam,” kata Breiter.
Artikel terkait
Berita terbaru
Seminar Nasional PENA 8.0, UKM PRISMA UMS Dorong Mahasiswa Wujudkan Inovasi Berkelanjutan dan Kewirausahaan
ums.ac.id, SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PRISMA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Seminar Nasional Pekan Ilmiah dan Penalaran Mahasiswa (PENA) 8.0 dengan mengusung...
Gubernur Lemhannas: Green Democracy Perkaya Wawasan Calon Pemimpin Nasional
RMBANTEN.COM — Jakarta — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily, menerima Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan
PMI Manufaktur Indonesia Melonjak 54, Menko Airlangga Sebut Ekonomi Nasional Menguat
Industri manufaktur Indonesia mencatatkan kinerja ekspansif sepanjang Oktober 2026. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur nasional naik ke level 54, meningkat dari posisi 52,4 pada...
33 Negara Dibayangi Krisis Pangan. Stok Beras Nasional Tembus 25 Juta Ton
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 25 juta ton dan cukup hingga Juli–Agustus
