Sunday, 1 November 2026

Terkini
Bandar Lampung

Komisi XII DPR RI Apresiasi Keandalan Listrik PLN di Lampung

Komisi XII DPR RI dipimpin Putri Zulkifli Hasan apresiasi keandalan listrik PLN di Lampung saat Kunker Reses. Reserve margin 304,7 MW, pasokan aman.

Sumber foto: Proyeksi.id

PROYEKSI.ID, LAMPUNG — Keandalan sistem kelistrikan di Provinsi Lampung mendapat apresiasi langsung dari Komisi XII DPR RI. Dalam Kunjungan Kerja Reses Masa Sidang I Tahun Sidang 2026–2027, Jumat (9/10/2026), Komisi XII menilai pasokan listrik Lampung aman dan minim pemadaman.

Apresiasi itu disampaikan setelah Komisi XII melakukan tinjauan lapangan ke sektor energi dan menggelar rapat kerja di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung di Bandar Lampung.

Rangkaian kunker diawali dengan inspeksi pelayanan dan penyaluran BBM di salah satu SPBU di Bandar Lampung. Agenda kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja strategis sektor energi.

Rapat dipimpin Ketua Tim Kunker Reses Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan. Hadir jajaran anggota Komisi XII, perwakilan Kementerian ESDM RI, BPH Migas, PT Pertamina Patra Niaga, PT PLN (Persero), PT PLN Nusantara Power, PT Bukit Asam Tbk, serta Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar yang mewakili Pemprov Lampung.

Fokus pembahasan meliputi ketersediaan dan distribusi BBM, pengawasan BBM subsidi, keandalan ketenagalistrikan, kesiapan pasokan energi primer, hingga pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Di sektor ketenagalistrikan, Putri Zulkifli Hasan mengaku puas dengan laporan PLN UID Lampung.

Berdasarkan data PLN UID Lampung hingga Agustus 2026, daya mampu sistem kelistrikan Lampung mencapai 1.836,9 megawatt (MW) dengan beban puncak tertinggi 1.532,12 MW. Artinya, Lampung masih memiliki cadangan daya atau reserve margin sebesar 304,7 MW – indikator krusial kesiapan sistem menjaga keandalan pasokan.

Komisi XII juga menekankan pentingnya transisi energi. Lampung dinilai memiliki modal besar. Hingga Agustus 2026, porsi EBT dalam komposisi pembangkit di Lampung mencapai 49 persen, bersumber dari panas bumi, tenaga air, biogas, dan mikrohidro.

Menanggapi apresiasi tersebut, General Manager PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko, menyatakan reserve margin yang ada menjadi modal penting untuk menjaga keandalan sekaligus mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik.

Noer menegaskan PLN siap bersinergi menjaga keandalan dan mendorong energi bersih untuk pertumbuhan ekonomi Lampung yang berkelanjutan.

Sumber: Proyeksi.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *