KAHMI Sumut Desak Polisi Usut Dugaan Penistaan Agama dalam Promosi Miras Newport

Ketua Bidang Hukum dan HAM MW KAHMI Sumatera Utara Muhammad Taufik Umardhani Harahap.
REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN — Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sumatera Utara mendesak kepolisian mengusut pihak-pihak yang terlibat dalam video promosi minuman beralkohol merek Newport yang viral di media sosial. Video tersebut menuai polemik karena menampilkan promosi minuman beralkohol yang dikaitkan dengan Alquran Surat Ad-Dhuha.
Ketua Bidang Hukum dan HAM MW KAHMI Sumatera Utara Muhammad Taufik Umardhani Harahap meminta Mabes Polri dan jajarannya segera menyelidiki kasus tersebut. Ia menilai tindakan dalam video itu telah menyinggung dan melecehkan sesuatu yang disucikan umat Islam.
“Perbuatan menukar minuman beralkohol yang diharamkan Islam dengan Alquran Surat Ad-Dhuha itu sudah sangat terbukti menistakan agama Islam. Tidak ada alasan lain, polisi harus segera tangkap pelakunya,” kata Taufik dalam keterangannya.
Taufik yang berprofesi sebagai advokat mengatakan kasus tersebut tidak semestinya berhenti pada permintaan maaf. Menurut dia, aparat penegak hukum perlu melakukan pemeriksaan untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kegiatan promosi tersebut.
“Kita sangat mengutuk dan mengecam perbuatan tersebut karena sudah melewati batas. Ini tidak bisa lagi diselesaikan hanya dengan minta maaf,” ujar alumnus Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara tersebut.
Ia juga meminta penyelidikan tidak hanya diarahkan kepada pembawa acara atau orang yang terlihat dalam video. Menurut Taufik, kepolisian perlu menelusuri pihak yang merancang, menyetujui, maupun bertanggung jawab terhadap kegiatan promosi tersebut.
Taufik berpandangan keterlibatan perusahaan perlu diperiksa apabila kegiatan tersebut memang merupakan bagian dari promosi korporasi. Penelusuran itu dinilai penting untuk mengetahui rantai tanggung jawab di balik kegiatan yang kemudian memicu reaksi masyarakat.
“Itu sudah jelas melanggar aturan, ditambah lagi ada pula promosi dengan menggunakan ayat Alquran ditukar miras,” kata Taufik.
Artikel terkait
Berita terbaru
Seminar Nasional PENA 8.0, UKM PRISMA UMS Dorong Mahasiswa Wujudkan Inovasi Berkelanjutan dan Kewirausahaan
ums.ac.id, SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PRISMA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Seminar Nasional Pekan Ilmiah dan Penalaran Mahasiswa (PENA) 8.0 dengan mengusung...
Gubernur Lemhannas: Green Democracy Perkaya Wawasan Calon Pemimpin Nasional
RMBANTEN.COM — Jakarta — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily, menerima Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan
PMI Manufaktur Indonesia Melonjak 54, Menko Airlangga Sebut Ekonomi Nasional Menguat
Industri manufaktur Indonesia mencatatkan kinerja ekspansif sepanjang Oktober 2026. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur nasional naik ke level 54, meningkat dari posisi 52,4 pada...
33 Negara Dibayangi Krisis Pangan. Stok Beras Nasional Tembus 25 Juta Ton
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 25 juta ton dan cukup hingga Juli–Agustus
