Friday, 30 October 2026

Terkini
Bola

Infantino Pertahankan Dukungan Mayoritas Anggota FIFA di Tengah Kontroversi

Gianni Infantino menegaskan dukungan mayoritas anggota FIFA di tengah kontroversi proposal komersial FFE dan tekanan dari UEFA.

Sumber foto: Demokratis.co.id

Kontroversi hak komersial FIFA belum mereda setelah proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) memicu kritik dari sejumlah konfederasi sepak bola. Presiden FIFA Gianni Infantino tetap mempertahankan posisinya dan menyatakan memperoleh dukungan mayoritas anggota, sembari menghadapi desakan transparansi menjelang pemilihan presiden berikutnya. Perkembangan tersebut dilansir dari Bola.

Perselisihan yang berlangsung selama dua bulan terakhir itu berkaitan dengan rencana penjualan sebagian hak komersial FIFA kepada pihak swasta. Proposal tersebut akhirnya dibatalkan, tetapi polemik mengenai proses konsultasi dan keterbukaan dokumen masih berlanjut.

UEFA meminta FIFA membuka seluruh dokumen terkait proposal FFE sebelum awal November. Sejumlah pimpinan konfederasi, termasuk dari UEFA dan CONCACAF, sebelumnya juga menyampaikan surat berisi tuduhan pelanggaran kepercayaan terhadap kepemimpinan organisasi tersebut.

Infantino menanggapi kritik itu dengan menyebut perbedaan pandangan sebagai bagian dari dinamika organisasi internasional. Ia menyampaikan pandangannya ketika ditanya mengenai gejolak yang terjadi di tubuh FIFA.

"Tidak ada yang salah dengan perbedaan pendapat," kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Ia menilai perbedaan pendapat merupakan hal yang dapat ditemukan di berbagai negara dan tidak semestinya menghalangi organisasi untuk melanjutkan pekerjaannya.

"Kita melihatnya setiap hari di begitu banyak negara di dunia. Tidak apa-apa untuk tidak sependapat."

Infantino menekankan bahwa perbedaan pandangan tetap perlu diikuti dengan upaya mencari jalan ke depan.

"Tidak apa-apa memiliki sudut pandang yang berbeda, tetapi kemudian kita harus bisa melangkah maju."

Untuk meredakan penolakan terhadap proposal FFE, Infantino melakukan kunjungan ke sejumlah negara anggota. Ia juga mengusulkan peningkatan dana pengembangan sepak bola dunia hingga 3,4 miliar dollar AS, menurut laporan yang menjadi sumber pemberitaan.

Dalam upaya memperbaiki hubungan dengan anggota FIFA, Infantino telah menyampaikan permohonan maaf kepada Dewan FIFA atas kendala komunikasi dan konsultasi selama proses pengajuan proposal tersebut. Ia menyatakan akan menanggapi pertanyaan yang diajukan sesuai prosedur yang berlaku.

"Tentu saja kami akan menjawab semua pertanyaan yang diajukan sejauh proses memungkinkan, sejauh yang kami bisa," ujar Infantino.

Infantino menyampaikan pernyataan itu di sela penyelenggaraan turnamen Piala Dunia U-15 di Azerbaijan. Ia juga mengakui adanya kekurangan dalam tata kelola administrasi dan menekankan perlunya dialog yang lebih intensif dengan UEFA.

Di tingkat konfederasi, dukungan terhadap Infantino disebut menguat setelah Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman, mengubah sikap politiknya. Dukungan serupa juga dilaporkan datang dari negara-negara anggota Konfederasi Sepak Bola Afrika selama kunjungan Infantino ke Cape Verde.

Ketika ditanya secara langsung mengenai kemungkinan mengundurkan diri, Infantino tertawa sebelum menjelaskan dasar legitimasi kepemimpinannya. Ia merujuk pada pemilihan yang melibatkan asosiasi anggota FIFA dari seluruh dunia.

"Nah, Anda tahu, saya terpilih oleh 211 asosiasi anggota dari seluruh dunia," tegas Infantino.

Ia kemudian mengaitkan persoalan perbedaan pandangan di tubuh FIFA dengan prinsip demokrasi dan hak suara yang setara bagi para anggota.

"Menurut saya, yang penting adalah bahwa dalam organisasi seperti FIFA, bisa saja ada pandangan yang berbeda, sudut pandang yang berbeda."

Infantino mengatakan penghormatan terhadap proses demokrasi juga berarti menerima keputusan mayoritas dalam organisasi yang mewakili sepak bola dunia.

"Namun, jika kita serius mengenai demokrasi, mengenai proses demokrasi, mengenai keyakinan bahwa setiap orang memiliki hak suara dan suara yang sama di seluruh dunia, bahwa sepak bola adalah milik semua orang, jika kita serius mengenai hal itu, maka kita juga perlu menghormati pandangan mayoritas yang sangat, sangat besar."

Untuk memperkuat argumennya, Infantino kembali menyebut dukungan yang diperolehnya dalam kunjungan ke kawasan Asia dan Afrika.

"Saya baru saja kembali dari Tokyo di mana Konfederasi Sepak Bola Asia telah sepenuhnya mendukung saya."

Ia juga merujuk pada hasil kunjungannya ke Cape Verde dan komunikasi yang dilakukan dengan asosiasi sepak bola di berbagai negara.

"Saya juga berada di Cape Verde di mana semua negara anggota Konfederasi Sepak Bola Afrika telah mendukung saya. Saya berbicara kepada semua asosiasi di seluruh dunia."

Infantino mengakui bahwa menyatukan beragam pandangan bukan perkara mudah. Namun, ia menyerahkan keputusan mengenai kepemimpinan dan tata kelola FIFA kepada asosiasi anggota.

"Ada berbagai sudut pandang; tidak selalu mudah untuk menyatukan semuanya di bawah satu atap, tetapi kita perlu menghormati, dan saya memang menghormati, semua pendapat dan pandangan; kemudian terserah kepada asosiasi-asosiasi anggota FIFA untuk memutuskan siapa yang mereka inginkan sebagai presiden dan bagaimana mereka ingin FIFA dikelola," pungkas Infantino.

Hingga mendekati batas akhir pendaftaran calon presiden pada 18 November 2026, belum ada kandidat penantang yang mendaftarkan diri, berdasarkan informasi dalam laporan sumber. Situasi tersebut membuka peluang bagi Infantino untuk kembali memimpin FIFA pada periode berikutnya.

Sumber: Demokratis.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *