Heboh Benda Diduga Meteor Jatuh di Lampung, Pakar Astronomi Ungkap Fakta Mengejutkan di Baliknya

harapanrakyat.com,- Benda bercahaya menyerupai meteor terlihat melintas di langit sejumlah daerah di Provinsi Lampung pada Sabtu malam, 4 April 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Fenomena itu terpantau warga di Lampung Timur, Lampung Tengah, Kota Metro, hingga Tulang Bawang, dan dalam hitungan jam videonya sudah beredar masif di media sosial.
Baca juga: Suara Ledakan Gegerkan Warga Pamarican Ciamis, Benarkah Ada Meteor Jatuh ke Sawah?
Rekaman amatir yang menyebar luas memperlihatkan objek berpijar oranye kemerahan melaju cepat sambil meninggalkan ekor cahaya panjang di langit malam. Sejumlah warga juga melaporkan terdengarnya suara gemuruh disertai dentuman keras sesaat setelah benda itu melintas.
Benda Diduga Meteor Jatuh di Lampung Bukan Fenomena Alam Biasa
Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) mengidentifikasi objek tersebut bukan sebagai benda langit alami. Kepala Pusat OAIL, Annisa Novia Indra Putri, menyebut pola gerakan dan pecahannya tidak sesuai dengan karakteristik komet maupun meteor konvensional. “Kemungkinan besar adalah puing roket China,” ujar Annisa.
Lebih spesifik, objek itu diduga bagian dari badan roket Long March 3B atau CZ-3B R/B sisa peluncuran satelit eksperimen yang diorbitkan China pada Januari 2025.
Pasca-misi, bagian roket itu terus mengorbit selama lebih dari 14 bulan hingga gesekan atmosfer secara perlahan menarik orbitnya ke bawah. Saat memasuki kembali atmosfer, benda tersebut melaju pada kecepatan tujuh hingga delapan kilometer per detik.
Gesekan ekstrem dengan lapisan udara memicu pembakaran hebat yang menghasilkan pijar terang. Inilah yang warga Lampung saksikan sebagai “bola api” dramatis di cakrawala malam. Berbeda dengan meteor biasa yang terbakar singkat, sampah antariksa dari roket cenderung bertahan lebih lama di langit. Kemudian bisa terurai menjadi beberapa serpihan yang terlihat terpisah.
Baca juga: Hujan Meteor Sextantids, Prediksi Terjadi 27 September 2025
Dentuman keras yang didengar warga juga memiliki penjelasan ilmiah; fenomena itu merupakan sonic boom, yakni gelombang kejut yang terbentuk ketika sebuah benda bergerak melampaui kecepatan suara. Pihak OAIL memastikan kejadian ini tidak membahayakan permukiman.
Menurut Annisa, sebagian besar material akan habis terbakar sebelum menyentuh permukaan, dan jika pun ada sisa yang lolos, ukurannya sangat kecil dan kemungkinan besar jatuh di laut atau kawasan terbuka.
Hingga Minggu, 5 April 2026, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan maupun penemuan serpihan benda tersebut di wilayah daratan Lampung. (Revi/R6/HR-Online)
Artikel terkait
Berita terbaru
Peringati Hari Santri Nasional, Bupati Toha Ajak Santri Bangun Muba Lebih Cepat
KATANDA.ID, Muba – Di tengah ribuan santri yang menunduk khusyuk di Pendopoan Griya Bumi Serasan […]
Pesan Mengharukan Jadi Akhir Kisah Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal, Begini Pernyataan Lengkapnya
Cristiano Ronaldo resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Portugal. Megabintang berusia 41 tahun itu memutuskan pensiun dari sepak bola internasional setela
Federasi Sepak Bola Mesir memutuskan untuk memecat Hossam Hassan
Hari-hari Hossam Hassan di kursi kepelatihan timnas Mesir kini tinggal menghitung hari, setelah sebuah laporan media mengungkap bahwa para pejabat federasi sepak bola telah...
ALSA Unhas Gelar Kompetisi Bahasa Inggris Tingkat Nasional, Diikuti 355 Peserta
MataKita.co, Makassar – Asian Law Students’ Association Local Chapter Universitas Hasanuddin (ALSA LC Unhas) kembali menggelar ALSA English Competition (AECO) 2026 setelah terakhir kali...
