Guru Ngaji Ciparay Viral, Dedi Mulyadi Dengarkan Langsung Pengakuan Ustaz Deni

harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya mendengarkan langsung pengakuan Ustaz Deni Firmansyah, guru ngaji asal Ciparay, Kabupaten Bandung, yang kisahnya viral di media sosial. Klarifikasi itu dilakukan setelah beredar video yang menggambarkan Ustaz Deni mengajar puluhan anak mengaji tanpa bayaran, di tengah keterbatasan ekonomi.
Dedi Mulyadi mengatakan ia menerima langsung kedatangan Ustaz Deni dan meminta yang bersangkutan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi saat video tersebut direkam. “Saya sudah mendengar langsung cerita dari Pak Ustaz. Hari itu memang beliau terlambat makan, tapi bukan berarti tidak makan setiap hari,” kata Dedi Mulyadi, dikutip Kamis (5/2/2026).
Video yang diunggah akun TikTok @diosibudiutama sebelumnya menyebutkan Ustaz Deni belum makan dan bahkan disebut terusir dari rumah kontrakan karena tidak mampu membayar sewa. Narasi itu memicu simpati publik dan menyebar luas.
Kepada Dedi Mulyadi, Ustaz Deni membenarkan bahwa pada hari tersebut dirinya memang tidak memiliki uang sama sekali. “Waktu itu saya benar-benar tidak punya uang untuk beli beras atau bahan makan, jadi terpaksa menahan lapar,” ujar Ustaz Deni.
Namun ia menegaskan, kondisi tersebut bukanlah keadaan yang ia alami setiap hari. “Jangan dikira saya tiap hari tidak makan. Itu hanya kejadian hari itu saja,” kata dia.
Baca Juga: Operasi Berjalan Lancar, Biaya Pengobatan Korban Peluru Nyasar di Pamarican Ciamis Ditanggung KDM
Video Ustaz Deni Guru Ngaji Asal Ciparay Viral: Saat Itu Tidak Ada Pemasukan
Dedi Mulyadi sempat memastikan kembali penjelasan tersebut. “Jadi memang hari itu kebetulan tidak ada pekerjaan dan tidak ada pemasukan,” ucap Dedi.
“Iya, betul sekali,” jawab Ustaz Deni. Dalam pertemuan itu, Ustaz Deni juga menceritakan latar belakang kehidupannya. Ia mengaku pernah merintis usaha makanan ringan basreng. Namun usaha tersebut gagal dan meninggalkan utang dalam jumlah besar.
“Usaha saya bangkrut dan masih menyisakan utang puluhan juta,” ujarnya. Meski demikian, ia tetap memilih mengajar mengaji anak-anak di lingkungannya tanpa memungut biaya. Dedi Mulyadi juga menanyakan soal infak dari para santri.
“Anak-anak memang sering memberi infak, tapi ke depan saya ingin ngajinya benar-benar gratis,” kata Ustaz Deni.
Baca Juga: Menanti Keputusan Rencana Tukar Guling BIJB Kertajati dengan Bandara Husein Sastranegara
Dedi Mulyadi Turun Tangan Bantu Guru Ngaji Asal Ciparay yang Viral
Dari penuturan tersebut, Dedi Mulyadi menyimpulkan bahwa kondisi lapar yang dialami Ustaz Deni terjadi karena ia memilih diam dan tidak mengadukan kesulitan yang dihadapinya.
“Bapak ini tidak cerita ke siapa pun, beras tidak ada, tapi tetap dipendam sendiri,” ujar Dedi. Sebagai solusi, Dedi Mulyadi menawarkan pekerjaan agar Ustaz Deni memiliki penghasilan tetap.
“Mulai 1 Maret 2026 nanti, Pak Ustaz bisa bekerja di lingkungan Gedung Sate sebagai tenaga kebersihan. Bisa bantu pekerjaan lain juga sesuai keahlian,” kata Dedi.
Tawaran tersebut langsung diterima Ustaz Deni. “Insya Allah, saya bersedia,” ucapnya singkat.
Baca Juga: Persoalan Penanganan Sampah Jadi Sorotan, Dedi Mulyadi Ingin Daerah Lain Mencontoh Kabupaten Ciamis
Dedi Mulyadi menutup pertemuan itu dengan pesan agar Ustaz Deni ke depan tidak ragu menyampaikan kondisi jika mengalami kesulitan. “Kalau memang tidak punya beras, bilang saja. Yang penting jujur dan bekerja dengan profesional,” kata Dedi. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)
Artikel terkait
Berita terbaru
Pengembangan perkotaan cerdas: Menjamin keamanan, pertahanan nasional, pertahanan sipil, dan pembangunan berkelanjutan.
(CLO) Pemerintah bertujuan untuk menciptakan kota pintar yang mampu menjaga operasional infrastruktur penting dan layanan penting dalam situasi darurat dan pertahanan, memenuhi persyaratan pertahanan...
Keberhasilan PSR di Siak: Produktivitas TBS Koperasi Mitra PTPN IV Lampaui Target Nasional
SIAK, SAWIT INDONESIA - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dijalankan oleh PTPN IV PalmCo melalui PTPN IV Regional III menunjukkan capaian produktivitas...
Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Mulai Merangkak Naik
Kenaikan harga tersebut rata-rata mencapai Rp200 per kilogram dan mulai dirasakan pedagang sejak tiga hingga empat hari lalu.
Pentagon Pasok 25 Ribu Drone untuk Perkuat Militer AS di Timur Tengah
Metapos.id, Jakarta — Amerika Serikat (AS) terus memperkuat kesiapan militernya di kawasan Timur Tengah melalui pengiriman lebih dari 25.000 sistem
