Garudayaksa FC Kalah Telak dari Bali United 0-5, Milos Kecewa Berat
Garudayaksa FC melakukan evaluasi usai kalah telak dari Bali United FC pada pekan keenam BRI Super League 2026/27. Bertandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu, 21 Oktober, mereka...

RRI.CO.ID, Jakarta – Garudayaksa FC melakukan evaluasi usai kalah telak dari Bali United FC pada pekan keenam BRI Super League 2026/27. Bertandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu, 21 Oktober, mereka kalah 5-0.
Hasil tersebut membuat Garudayaksa FC tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan koleksi lima poin. Pelatih Garudayaksa FC, Milos Joksic, mengaku kecewa dengan kekalahan besar yang dialami timnya.
"Jujur saja, saya merasa sangat kecewa dan malu. Hasil ini terlalu telak," ujar Milos seusai pertandingan.
Menurut Milos, Garudayaksa sebenarnya mampu memberikan perlawanan pada babak pertama melalui sejumlah serangan balik. Namun, kegagalan memanfaatkan peluang membuat timnya kehilangan kesempatan mencetak gol lebih dahulu.
Milos menyoroti gol pembuka Bali United yang tercipta menjelang turun minum. Ia menilai pemainnya gagal mengantisipasi bola rebound setelah serangan balik Garudayaksa tidak menghasilkan gol.
"Di detik-detik terakhir babak pertama, kami punya peluang serangan balik bagus tetapi gagal mengeksekusinya. Bola rebound dimanfaatkan lawan, sementara empat pemain saya berdiri terlalu jauh dari gawang sehingga Bali bisa mencetak gol," katanya.
Seusai jeda, performa Garudayaksa justru menurun akibat masalah fisik dan intensitas permainan. Milos mengatakan sudah melakukan pergantian pemain, tetapi upaya tersebut belum mampu memperbaiki penampilan timnya.
"Pada babak kedua, energi kami merosot tajam. Kami tidak bisa berlari dan menunjukkan masalah besar dalam hal intensitas," ucap pelatih asal Serbia tersebut.
Milos juga mengakui Bali United pantas meraih kemenangan karena timnya kehilangan semangat setelah tertinggal. Ia menyebut para pemain berhenti berjuang sehingga lawan leluasa memperbesar keunggulan.
"Selamat untuk Bali United atas permainan yang sangat baik dan kemenangan besar ini. Kemenangan ini sangat layak bagi mereka karena kami berhenti berjuang, berhenti berlari, dan akhirnya hasilnya seperti ini," ujar Milos.
Ia berjanji untuk mengevaluasi tim agar para pemain mampu menghadapi tekanan dengan lebih baik. Menurutnya, Garudayaksa harus belajar merespons ketertinggalan tanpa membiarkan skor berkembang semakin jauh.
"Saat tertinggal, mereka tidak tahu bagaimana harus merespons. Saya harus bekerja sangat keras untuk memberi tahu mereka bahwa kalah 0-2 tidak sama dengan kalah," ujarnya.
Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Kehebohan Tim Cheering Bakar Semangat Peserta Jakarta Running Festival 2026
Liputan6.com, Jakarta – Suasana myBCA Jakarta Running Festival 2026 tak hanya diramaikan oleh para pelari yang berjuang mencapai garis finis. Di sepanjang rute, para...
Intip Koper Traveling Berdesain Sporty ala Mobil Sport, Fungsional untuk Berbagai Perjalanan
Liputan6.com, Jakarta – Saat bepergian, koper tak hanya berfungsi untuk menyimpan barang, tapi juga menunjang kenyamanan dan gaya selama perjalanan. Kapasitas, material, dan desain...
Moto3 Australia 2026 Batal Digelar karena Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kesedihan Usai Pole
Perbesar Veda Ega Pratama pada tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez. (Honda Team Asia) Liputan6.com, Victoria – Veda Ega Pratama tak bisa tampil...
Hadiri Rakornas ICCN 2026, Papua Tengah Perkenalkan TIFA ke Panggung Nasional
Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Papua Tengah memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Tanah...
