Fatwa Syariah Perjelas Landasan ETF Emas, BRI-MI Siapkan Produk Perdana

BRI-MI mematangkan peluncuran produk ETF emas.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyusun Peraturan OJK (POJK) terkait Exchange Traded Fund (ETF) Emas untuk memperkuat kepastian regulasi instrumen berbasis komoditas di pasar modal. Proses ini dinilai krusial untuk memastikan tata kelola dan perlindungan investor berjalan seiring dengan pengembangan produk baru.
Penyusunan regulasi tersebut membuka ruang percepatan peluncuran ETF Emas oleh pelaku industri, termasuk BRI Manajemen Investasi (BRI-MI). Sejalan dengan penggodokan tersebut, Ketua Dewan Pengawas Syariah BRI-MI, Muhamad Nadratuzzaman Hosen, menyebut aspek kesesuaian syariah menjadi fondasi utama pengembangan ETF Emas.
“Terbitnya Fatwa DSN–MUI No. 163/DSN-MUI/X/2025 memberikan kerangka yang lebih jelas bagi penyusunan struktur dan mekanisme ETF Emas yang selaras dengan prinsip syariah,” ujar Nadra dalam siaran pers, Rabu (17/12/2025).
Fatwa DSN–MUI tersebut mengatur secara menyeluruh struktur dan mekanisme ETF Emas. Ketentuan mencakup underlying emas, proses penciptaan dan pelunasan unit penyertaan, serta akad yang digunakan.
Pedoman tersebut menjadi pijakan bagi BRI-MI dan mitra strategis dalam merampungkan desain produk agar selaras dengan prinsip syariah dan tata kelola pasar modal. Dengan landasan tersebut, proses pengembangan produk dinilai memiliki kepastian yang lebih kuat.
“Dukungan ekosistem yang telah terbentuk bersama tiga perusahaan besar dalam ekosistem ETF dan Bullion, landasan fatwa ini membawa kami lebih dekat dalam menyediakan pilihan investasi yang relevan bagi kebutuhan Masyarakat,” tambah Nadra.
Dalam pengembangannya, BRI-MI bekerja sama dengan PT Pegadaian sebagai penyedia dan kustodian emas, PT Bank CIMB Niaga Tbk sebagai bank kustodian, serta PT Mandiri Sekuritas sebagai dealer partisipan. Seluruh pihak kini memasuki tahap harmonisasi lanjutan dengan regulator dan Self-Regulatory Organization (SRO) untuk memastikan kesiapan operasional dan kepatuhan regulasi.
“Dengan landasan syariah yang telah ditetapkan, proses finalisasi produk diharapkan dapat berlangsung lebih solid sehingga ETF Emas dapat diperkenalkan kepada publik secara tepat dan berkelanjutan,” kata Nadra.
Artikel terkait
Berita terbaru
Pengembangan perkotaan cerdas: Menjamin keamanan, pertahanan nasional, pertahanan sipil, dan pembangunan berkelanjutan.
(CLO) Pemerintah bertujuan untuk menciptakan kota pintar yang mampu menjaga operasional infrastruktur penting dan layanan penting dalam situasi darurat dan pertahanan, memenuhi persyaratan pertahanan...
Keberhasilan PSR di Siak: Produktivitas TBS Koperasi Mitra PTPN IV Lampaui Target Nasional
SIAK, SAWIT INDONESIA - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dijalankan oleh PTPN IV PalmCo melalui PTPN IV Regional III menunjukkan capaian produktivitas...
Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Mulai Merangkak Naik
Kenaikan harga tersebut rata-rata mencapai Rp200 per kilogram dan mulai dirasakan pedagang sejak tiga hingga empat hari lalu.
Pentagon Pasok 25 Ribu Drone untuk Perkuat Militer AS di Timur Tengah
Metapos.id, Jakarta — Amerika Serikat (AS) terus memperkuat kesiapan militernya di kawasan Timur Tengah melalui pengiriman lebih dari 25.000 sistem
