Facebook Rilis Centang Hitam Gratis, Tak Perlu Langganan Meta Verified

KOMPAS.com – Induk WhatsApp hingga Instagram, Meta resmi meluncurkan fitur baru bernama Facebook Verified di media sosial Facebook (FB) pekan ini.
Fitur tersebut memungkinkan pengguna FB memperoleh lencana verifikasi atau lencana verifikasi atau lambang centang di sebelah nama akunnya secara gratis.
Meski sama-sama menggunakan istilah “Verified”, fitur ini berbeda dengan Meta Verified yang sudah dimiliki Facebook selama bertahun-tahun.
Facebook Verified menggunakan lencana centang hitam, sedangkan Meta Verified menggunakan lencana centang biru.
Baca juga: Harga Meta Verified atau Centang Biru Instagram dan Facebook di Indonesia
Dalam blog resmi, Meta mengatakan fitur ini bertujuan membantu pengguna membedakan akun asli dan akun palsu, terutama di Marketplace, sekaligus menghindari penipuan.
“Facebook Verified merupakan lencana gratis yang bertujuan mengonfirmasi bahwa akun tersebut benar-benar dimiliki oleh orang sungguhan,” tulis Meta.
Cara dapat centang hitam
Untuk mendapatkan centang hitam gratis tersebut, pengguna harus melewati proses verifikasi menggunakan video selfie.
Meta akan mencocokkan video selfie dengan foto profil pengguna untuk memastikan keduanya berasal dari orang yang sama.
Menurut Meta, proses verifikasi ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit.
Apabila lolos verifikasi, lencana Facebook Verified akan langsung muncul di sejumlah layanan Facebook, seperti Marketplace, Dating, Groups, serta pada halaman profil pengguna.
GSMArena Ilustrasi Facebook Verified dari Meta.
Ke depan, Meta juga akan menampilkan lencana tersebut pada unggahan di Feed.
Meski demikian, Meta menegaskan bahwa lencana Facebook Verified bukan berarti perusahaan menjamin akun tersebut sepenuhnya tepercaya.
Baca juga: Harga Centang Biru X Twitter di Indonesia Kini Lebih Murah
“Lencana atau lambang centang ini hanya menunjukkan bahwa ada orang sungguhan di balik akun tersebut,” kata Meta.
Syarat dapat Facebook Verified
Facebook Verified hanya tersedia bagi pengguna yang berusia minimal 18 tahun dan memiliki akun dengan rekam jejak yang baik di platform.
Artinya, akun harus mematuhi standar komunitas FB, khususnya aturan terkait penipuan (scam) serta praktik yang bersifat menyesatkan.
Selain itu, Meta juga menyebut akun tidak boleh menunjukkan indikasi perilaku yang tidak autentik atau terindikasi akun kecerdasan buatan (AI). Adapun fitur ini belum tersedia untuk Facebook Pages maupun akun Professional Mode (Pro Mode).
Untuk ketersediaan, Meta mengatakan Facebook Verified mulai digulirkan secara bertahap di sejumlah negara tertentu. Tak disebutkan negara apa saja yang dapat fitur centang akun FB gratis ini.
Namun, Meta menyebut fitur itu akan diperluas ketersediaannya ke banyak negara seiring berjalannya waktu, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari GSMArena, Senin (27/7/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Artikel terkait
Berita terbaru
Seminar Nasional PENA 8.0, UKM PRISMA UMS Dorong Mahasiswa Wujudkan Inovasi Berkelanjutan dan Kewirausahaan
ums.ac.id, SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PRISMA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Seminar Nasional Pekan Ilmiah dan Penalaran Mahasiswa (PENA) 8.0 dengan mengusung...
Gubernur Lemhannas: Green Democracy Perkaya Wawasan Calon Pemimpin Nasional
RMBANTEN.COM — Jakarta — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily, menerima Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan
PMI Manufaktur Indonesia Melonjak 54, Menko Airlangga Sebut Ekonomi Nasional Menguat
Industri manufaktur Indonesia mencatatkan kinerja ekspansif sepanjang Oktober 2026. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur nasional naik ke level 54, meningkat dari posisi 52,4 pada...
33 Negara Dibayangi Krisis Pangan. Stok Beras Nasional Tembus 25 Juta Ton
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 25 juta ton dan cukup hingga Juli–Agustus
