Friday, 30 October 2026

Terkini
Bola

Empat Klub Disanksi Komdis PSSI usai Insiden Suporter

Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada empat klub setelah terjadi insiden keamanan dalam kompetisi. Keputusan ini berlaku untuk dua kompetisi nasional, BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27.

Sumber foto: RRI.co.id

RRI.CO.ID, Jakarta – Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada empat klub setelah terjadi insiden keamanan dalam kompetisi. Keputusan ini berlaku untuk dua kompetisi nasional, BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27.

Keputusan tersebut tertuang dalam surat Komdis PSSI tertanggal 20 Oktober 2026. Menyusul pertandingan yang berlangsung pada 17 Oktober 2026.

Empat klub yang menerima sanksi adalah Persita Tangerang, Persija Jakarta, PSGC Ciamis, dan PSIS Semarang. Hukuman mencakup denda serta larangan kehadiran suporter dalam pertandingan tandang.

Untuk BRI Super League 2026/27, Persita Tangerang menerima sanksi atas kericuhan antarkelompok suporter ketika menghadapi Persija Jakarta. Panitia pelaksana pertandingan Persita didenda Rp40 juta karena dinilai gagal menjaga ketertiban dan keamanan.

Insiden tersebut mengakibatkan korban luka dalam keributan antara kelompok suporter kedua tim. Persita juga dijatuhi denda Rp30 juta dan larangan kehadiran suporter dalam satu pertandingan tandang saat menghadapi Persija Jakarta.

Sementara itu, Persija Jakarta menerima dua sanksi denda atas insiden dalam pertandingan yang sama. Persija didenda Rp60 juta karena penyalaan petasan sebanyak tiga kali dan pelemparan satu flare ke arah suporter Persita.

Persija juga dijatuhi denda Rp30 juta serta larangan kehadiran suporter dalam enam pertandingan tandang BRI Super League 2026/27. Sanksi tersebut berkaitan dengan kerusuhan antarsuporter yang mengakibatkan korban luka.

Sedangkan bagi Pegadaian Championship 2026/27, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kepada PSGC Ciamis dan PSIS Semarang. Pertemuan, setelah insiden dalam pertemuan kedua tim pada 17 Oktober 2026.

Panitia pelaksana pertandingan PSGC Ciamis didenda Rp20 juta karena gagal menjaga ketertiban dan keamanan. Kondisi tersebut menyebabkan bus tim PSIS Semarang tertahan di stadion selama 30 menit.

PSGC Ciamis sebagai klub juga menerima denda Rp15 juta dan larangan kehadiran suporter dalam satu pertandingan tandang saat menghadapi PSIS Semarang. Hukuman diberikan menyusul keributan antarsuporter yang terjadi saat pertandingan maupun setelah laga berakhir.

Adapun PSIS Semarang dijatuhi denda Rp15 juta serta larangan kehadiran suporter dalam enam pertandingan tandang Pegadaian Championship 2026/27. Sanksi tersebut berkaitan dengan keributan antarsuporter dalam pertandingan yang sama.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan bahwa keputusan Komdis PSSI harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh klub. Ia juga mendorong peningkatan tanggung jawab klub, panitia pelaksana, dan suporter dalam menjaga keamanan pertandingan.

"Sinergitas kita bersama dengan PSSI dan tentu kepada pihak kepolisian, menjadi atensi penting buat kami. Untuk bisa menjadi early warning (peringatan awal) bagi klub-klub untuk suporter-suporter bisa menertibkan suporternya," ucap Ferry dalam konferensi pers yang berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Ferry berharap pihak klub lebih aktif memberikan arahan bagi suporter masing-masing agar tidak lagi terlibat dalam masalah. "Klub tersebut memberikan edukasilah bagi suporter dari klub-klub yang sering kali memiliki masalah di dalam pertandingan demi pertandingan," ujar Ferry menambahkan.

I.League menyatakan akan terus berkoordinasi dengan PSSI dan kepolisian untuk memperkuat langkah pencegahan. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kompetisi berlangsung tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh penonton.

Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *