Friday, 30 October 2026

Terkini
Bola

Dewan FIFA Evaluasi Penghargaan Perdamaian Donald Trump

Dewan FIFA menugaskan komite khusus mengevaluasi kelanjutan penghargaan perdamaian untuk Donald Trump setelah pemberiannya dipersoalkan karena tidak disetujui dewan.

Sumber foto: Suara Independent News

FIFA meninjau kelanjutan penghargaan perdamaian yang pertama kali diberikan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Desember 2025. Dalam rapat Dewan FIFA di Zurich, Swiss, Kamis (15/10), Komite Tanggung Jawab Sosial Sepak Bola ditugaskan mengevaluasi keberadaan penghargaan tahunan tersebut setelah proses pemberiannya dipersoalkan karena tidak memperoleh persetujuan dewan.

Evaluasi ini akan menentukan apakah FIFA Peace Prize tetap diberikan, mengalami perubahan mekanisme, atau dihapus sepenuhnya. Menurut laporan Bola.com dan Suaralandak, komite yang beranggotakan 22 orang itu diharapkan menyampaikan hasil kajian sebelum rapat Dewan FIFA berikutnya di Doha pada Desember 2026.

Dalam rapat tersebut, FIFA belum memutuskan untuk menghentikan penghargaan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah membatasi penerima agar tidak mencakup politikus, sedangkan alternatif lainnya ialah mengakhiri pemberian penghargaan tersebut.

Wakil Presiden FIFA sekaligus Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Debbie Hewitt, menjelaskan bahwa evaluasi tidak hanya menyangkut keberadaan penghargaan, tetapi juga proses pengambilan keputusan dan penentuan penerimanya.

"Ada keputusan untuk meninjau penghargaan perdamaian dan membahasnya melalui Komite Sosial. Persoalan lain yang muncul adalah apakah penghargaan itu memang perlu diberikan, bagaimana keputusan pemberiannya diambil, serta apakah penghargaan serupa perlu diberikan lagi. Semua pertanyaan itu akan dijawab melalui komite sosial," ujar Debbie Hewitt setelah rapat, sebagaimana dikutip Bola.com.

Komite tersebut melibatkan 22 anggota, termasuk Javier Zanetti, mantan bek Inter Milan dan Timnas Argentina, yang menjabat sebagai wakil ketua. Hasil kajian mereka akan menjadi bahan pembahasan sebelum dewan mengambil keputusan mengenai masa depan penghargaan.

FIFA mengumumkan penghargaan perdamaian tahunan itu pada November 2025. Organisasi tersebut menjelaskan bahwa penghargaan ditujukan kepada individu yang dinilai melakukan tindakan luar biasa untuk mendorong perdamaian dan menyatukan masyarakat di berbagai belahan dunia.

Trump menjadi penerima pertama setelah Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan penghargaan tersebut pada Desember 2025 di Washington, menjelang pengundian Piala Dunia 2026. Menurut laporan sejumlah media, pemberian itu tidak terlebih dahulu memperoleh persetujuan Dewan FIFA sebagai badan pengambil keputusan organisasi.

Penghargaan tersebut terdiri atas medali emas, sertifikat, dan trofi emas berbentuk bola yang diangkat oleh tangan, dengan desain menyerupai trofi Piala Dunia. Proses pemberiannya kemudian menuai kritik, terutama terkait dasar keputusan dan keterlibatan pimpinan FIFA dalam menetapkan penerima.

Pada awal 2026, Infantino membela keputusan pemberian penghargaan kepada Trump dalam wawancara dengan Sky News. Ia mengaitkan penghargaan itu dengan peran Presiden Amerika Serikat tersebut dalam upaya penyelesaian konflik.

"Dia berperan penting dalam menyelesaikan konflik dan menyelamatkan ribuan nyawa," ujar Gianni Infantino kepada Sky News pada awal 2026.

Kontroversi tersebut juga berkembang di tengah ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Menurut laporan Bola.com, pemerintah Trump melancarkan serangan udara ke Iran beberapa bulan setelah penghargaan diberikan, sementara konflik kedua pihak masih berlangsung.

Infantino tidak menghadiri pertemuan tertutup Dewan FIFA di Zurich pada 15 Oktober. Persoalan prosedur pemberian penghargaan kini menjadi bagian dari evaluasi internal organisasi, sementara Infantino juga menghadapi tantangan menjelang pemilihan Presiden FIFA pada 2027.

Sumber: Suara Independent News. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *