Saturday, 31 October 2026

Terkini
Lampung

Cara Menanam Pare dari Biji di Rumah, Panduan Lengkap hingga Panen Berbuah Lebat

Cara Menanam Pare dari Biji di Rumah, Panduan Lengkap hingga Panen Berbuah Lebat

Agar hasil menanam pare dari biji maksimal, terapkan sejumlah tips berikut sejak masa tanam hingga panen. Perawatan kecil yang konsisten akan membuat tanaman jauh lebih produktif.

Dilansir dari UC Master Gardeners, pare umumnya matang dalam 50 hingga 70 hari setelah penyemaian. Buah paling baik dipetik ketika masih muda, berukuran ideal, teksturnya keras, serta kulitnya berwarna hijau segar sebelum berubah menjadi kuning atau oranye.

  1. Dorong pembentukan bunga betina: Hindari pemberian pupuk dengan kandungan nitrogen tinggi secara berlebihan saat tanaman sudah besar, karena hanya akan memicu daun menjadi terlalu rimbun. Jaga penyiraman tetap konsisten dan pastikan tanaman mendapat cahaya matahari penuh untuk merangsang tanaman cepat berbunga dan berbuah.
  2. Panen secara rutin: Petik buah setiap 2–3 hari sekali saat musim panen tiba. Pemetikan buah muda secara berkala justru akan memicu tanaman untuk terus memproduksi bakal buah baru. Sebaliknya, membiarkan buah terlalu tua di pohon akan menghabiskan energi tanaman dan menghentikan produksi buah baru.
  3. Gunakan ajir yang kokoh: Karena ditanam di dalam polybag, tanaman pare mutlak membutuhkan ajir atau tiang rambat. Saat berbuah lebat, beban tanaman akan menjadi sangat berat. Pastikan struktur penopang terikat kuat agar tidak roboh saat diterpa angin kencang atau hujan deras.
  4. Cegah penyakit jamur: Untuk menekan serangan embun tepung (powdery mildew) dan virus, beri jarak yang cukup antar-polybag, siram air langsung pada pangkal tanah alih-alih membasahi daunnya, serta pangkas daun-daun tua di bagian bawah untuk memperlancar sirkulasi udara.
  5. Manfaatkan tanaman pendamping: Anda bisa meletakkan pot tanaman pengusir hama (seperti marigold atau kemangi) di sekitar polybag pare untuk membantu menekan serangan serangga secara alami.
  6. Pangkas sulur untuk merangsang buah: Potong ujung sulur utama atau tunas air yang tidak produktif untuk merangsang percabangan baru. Cabang-cabang baru inilah yang biasanya memicu munculnya lebih banyak bunga betina dan bakal buah.
  7. Terapkan pola perawatan sayuran buah: Prinsip merawat pare dalam wadah mirip dengan merawat terong maupun jagung dalam pot, yakni mengandalkan kombinasi cahaya matahari penuh, penyiraman yang stabil, serta kecukupan nutrisi makro-mikro yang seimbang.

Dengan perlakuan biji yang tepat, media subur, dan penopang yang kuat, cara menanam pare dari biji bisa memberikan panen berkali-kali dari sekali tanam. Buah pertama umumnya siap dipetik sekitar dua hingga tiga bulan, kemudian tanaman akan terus produktif selama cuaca mendukung.

Hasil panen segar dapat langsung diolah menjadi beragam hidangan. Agar tidak terlalu pahit, Anda bisa meremas pare dengan garam sebelum dimasak, atau merebusnya sebagai minuman kesehatan, mengingat manfaat pare bagi penderita diabetes sudah dikenal luas.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Pare dari Biji

Apakah biji pare harus direndam dan dikikir sebelum ditanam?

Sebaiknya iya, karena biji pare memiliki cangkang luar yang sangat keras. Kikir atau gores tipis ujung biji (skarifikasi) secara hati-hati, lalu rendam dalam air hangat selama 3 hingga 6 jam (maksimal 12 jam) agar air cepat menembus embrio tanpa risiko membuat biji membusuk. Jangan lupa buang biji yang mengapung karena biasanya kosong dan tidak akan tumbuh.

Berapa lama biji pare berkecambah?

Pada kondisi lingkungan yang hangat dengan suhu media tanah sekitar 25–32 derajat Celsius, biji pare umumnya akan mulai berkecambah dalam waktu 7 hingga 14 hari. Menjaga media tanam tetap lembap secara konsisten (tidak becek) sangat membantu proses perkecambahan berlangsung lebih cepat dan seragam.

Berapa lama pare mulai berbuah setelah ditanam?

Tanaman pare biasanya mulai memunculkan bunga sekitar 4–6 minggu setelah tanam. Buah pertamanya sudah dapat dipanen kurang lebih 50 hingga 70 hari (atau sekitar dua hingga tiga bulan) setelah penyemaian, tergantung pada varietas benih yang digunakan serta kondisi cuaca di area tanam.

Read More

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *