Sunday, 1 November 2026

Terkini
Lampung

Anak Krakatau Meluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Muncul 2 Daratan Baru

Anak Krakatau Meluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Muncul 2 Daratan Baru

Liputan6.com, Lampung – Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda mengalami penambahan luas daratan mencapai sekitar 32,8 hektare setelah mengalami erupsi menerus pada awal September 2026.

Berdasarkan evaluasi citra satelit Sentinel oleh Badan Geologi, perluasan daratan terjadi di sektor barat laut, barat, hingga barat daya tubuh Gunung Anak Krakatau.

Penambahan daratan tersebut merupakan dampak pengendapan material piroklastik dan aliran lava dari aktivitas erupsi yang berlangsung pada 4-6 September 2026.

Tak hanya mengalami perluasan daratan, citra satelit juga mendeteksi kemunculan dua gumuk atau gundukan daratan kecil yang tampak menyerupai pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Kedua daratan tersebut terdeteksi berada di sebelah barat laut dan tenggara tubuh gunung api yang berada di wilayah Lampung Selatan tersebut.

Kemunculan dua daratan baru itu diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi menerus yang berlangsung selama sekitar 25 jam.

Dua Daratan Baru

Badan Geologi menyampaikan, interpretasi awal menunjukkan magma encer yang keluar saat erupsi menerus diduga mencapai permukaan melalui jalur bukaan yang memanjang dari barat laut menuju tenggara.

Proses tersebut diperkirakan menyebabkan material erupsi membentuk daratan di sejumlah lokasi berbeda, yang kemudian terlihat sebagai dua gumuk menyerupai pulau kecil.

Meski demikian, interpretasi mengenai terbentuknya kedua daratan tersebut masih bersifat sementara dan memerlukan konfirmasi melalui pemeriksaan langsung di lapangan.

Badan Geologi akan melakukan kajian lebih lanjut dengan membandingkan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi, serta melaksanakan verifikasi lapangan untuk memastikan proses terbentuknya daratan tersebut.

Sementara itu, Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno mengatakan, informasi mengenai penambahan daratan dan kemunculan dua pulau kecil tersebut perlu dikaji oleh para ahli.

Menurut dia, data yang disampaikan Badan Geologi bisa saja benar. Namun, diperlukan analisis lebih lanjut untuk memastikan proses terbentuknya dua daratan baru tersebut.

“Kalau ini data dari Badan Geologi, bisa jadi benar, karena adanya pulau kecil itu perlu analisis,” kata Suwarno, Jumat (25/9/2026).

Dia menjelaskan, Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau memiliki tugas utama memantau aktivitas kegempaan gunung api menggunakan peralatan khusus.

Karena itu, analisis mengenai perubahan morfologi atau bentuk tubuh gunung api, termasuk kemunculan daratan baru, memerlukan kajian dari pihak yang memiliki keahlian dan data pendukung.

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *