Periksa Ketua DPRD Kuansing, KPK Dalami “Amplop Dolar” Menhut Raja Juli

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami keterangan Ketua DPRD Kuantan Singingi (Kuansing) Juprizal terkait pemberian amplop berisi uang dolar Singapura (SGD) dari Bupati Kuansing Suhardiman Amby ke Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli.
“JUP hadir dalam pemeriksaan tersebut. Penyidik melakukan pendalaman terkait dugaan pemberian sejumlah uang kepada pihak Kemenhut dan pengembaliannya,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026)
Pendalaman tersebut dilakukan saat memeriksa Juprizal sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Suhardiman Amby, Jumat (14/8/2026).
Baca juga: Sebelum Detik-detik Proklamasi, Dengar Dulu Jerit Bumi Flores
Budi mengatakan, materi tersebut juga didalami penyidik saat memeriksa saksi lainnya yaitu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Kuansing Fahdiansyah;
Novianti selaku Marketing; dan Rama Andre Nugroho selaku Koordinator Kelompok Kerja Wilayah Sumatera, Direktorat Pengukuhan Kawasan Hutan, Kemenhut.
“Sedangkan untuk saksi PTU tidak hadir dalam pemeriksaan kali ini. Penyidik akan jadwalkan ulang,” ujarnya.
Baca juga: KPK Sita BBE Saat Geledah 4 Lokasi Terkait Kasus Suap Bupati Rejang Lebong
Juprizal mengaku tak tahu
Sebelumnya, Ketua DPRD Kuansing Juprizal mengaku tidak mengetahui perihal selisih uang 2.000 Dolar Singapura (SGD) dari amplop yang diberikan Bupati Kuansing Suhardiman Amby ke Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
“Saya belum, enggak-enggak tahu,” kata Juprizal usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Juprizal mengaku, tidak tahu saat ditanya uang dalam amplop tersebut sengaja disiapkan untuk Raja Juli.
Baca juga: NTT Berstatus Tanggap Darurat Bencana Pascagempa M 7,7
Dia juga mengatakan, tidak mengumpulkan uang untuk diberikan kepada salah satu pejabat Kemenhut.
“Enggak tahu saya,” ujarnya.
Misteri amplop Menhut Raja Juli
Adapun KPK masih menelusuri selisih uang senilai 2.000 SGD dalam amplop yang diberikan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby ke Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
Batas akses KARIN
Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
Tidak akurat
Tidak relevan
Menyinggung
Terlalu lama
Isu privasi
Lainnya
Khusus Member
Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
Artikel terkait
Berita terbaru
Sesi Kedua Majelis Nasional ke-16: Bertekad mewujudkan target pertumbuhan dua digit.
Selama pekan lalu (26-31 Oktober), selain memberikan pendapat tentang rancangan undang-undang utama mengenai keamanan, ekonomi, dan manajemen administrasi, Majelis Nasional mendedikasikan dua sesi akhir...
Mundari akui Isenmulang FC kalah kualitas dari Persib, soroti kesalahan fatal
Pelatih Isenmulang FC Mundari Karya secara terbuka mengakui timnya masih kalah kualitas dari Persib Bandung setelah menelan kekalahan telak 0-4 pada pekan kedelapan BRI...
Masih Trauma Abu Anak Krakatau, Warga Bandar Lampung Kritik Lambatnya Informasi Pemerintah
Warga bandar Lampung menyoroti lambatnya informasi pemerintah terkait Anak Krakatau yang berimbas mereka terlambat merespons abu turun.
NTV SPORTCAST: Bung Harpa Bongkar Sederet Kejanggalan Film Timnas “Longest Wait”
Menurutnya, sebuah film dokumenter seharusnya bertindak sebagai dokumen fakta yang disusun secara holistik dan kronologis, bukan sekadar potongan-potongan dramatisasi tanpa alur yang jelas.
