70 Persen Keluarga Indonesia Tertekan Biaya Hidup, Separuh Tanpa Rencana Keuangan

Biaya hidup yang makin mahal pada 2025 membuat banyak keluarga kewalahan. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Biaya hidup yang makin mahal pada 2025 membuat banyak keluarga kewalahan. Financial Resilience Index Sun Life Indonesia 2025 mencatat 70 persen masyarakat merasakan kenaikan signifikan biaya kebutuhan sehari-hari.
Pada saat yang sama, 52 persen keluarga belum punya rencana keuangan lebih dari 12 bulan, padahal mayoritas masih berharap bisa membangun kekayaan dan menyiapkan warisan bagi pendidikan generasi berikutnya. Tekanan ini mendorong keluarga mengencangkan ikat pinggang. Sekitar 58 persen keluarga mengurangi belanja yang tidak terlalu penting, sementara 43 persen sudah memangkas kebutuhan yang seharusnya prioritas.
Meski pengeluaran ditekan, harapan jangka panjang tetap kuat. Sebanyak 71 persen ingin meningkatkan kekayaan keluarga dan 73 persen menargetkan warisan kelak untuk pendidikan anak-cucu. President Director Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo menilai keluarga saat ini berada pada posisi sulit karena harus menyeimbangkan kebutuhan harian dengan persiapan masa depan.
“Keluarga Indonesia saat ini berada di persimpangan yang sulit, mereka harus memenuhi kebutuhan mendesak hari ini sambil tetap mempersiapkan masa depan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (3/12/2025). Karena itu, menurutnya, keluarga membutuhkan solusi yang bisa menjawab dua kebutuhan tersebut sekaligus.
Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia Maika Randini juga menekankan tantangan tiap keluarga berbeda-beda sehingga pendampingan finansial perlu disesuaikan dengan fase kehidupan, mulai dari keluarga muda hingga keluarga mapan yang bersiap menurunkan warisan. Certified Financial Planner Aline Wiraatmaja menambahkan banyak keluarga masih kesulitan membagi fokus antara kebutuhan sekarang dan tujuan jangka panjang. Menurut dia, keluarga perlu kerangka keuangan yang terstruktur agar tetap punya pegangan di masa sulit sekaligus menjaga arah masa depan.
Kenaikan biaya hidup dan lemahnya perencanaan jangka menengah diperkirakan masih menjadi isu besar sepanjang 2025. Di tengah tingginya kebutuhan pendidikan dan keinginan menyiapkan warisan, literasi serta ketahanan finansial rumah tangga menjadi pekerjaan rumah yang mendesak untuk diperkuat bersama.
Artikel terkait
Berita terbaru
Sepuluh Gol, Dua Kepala Daerah, Satu Bahasa Kepemimpinan: Gus Barra dan Subandi Berbagi Drama di Gelora Delta
SIDOARJO | KEMPALAN — Sepuluh gol, dua kepala daerah, dan satu pesan tentang kepemimpinan. Stadion Gelora Delta Sidoarjo menjadi saksi sebuah pertandingan yang lebih...
Polemik Hands Ball Rizky Ridho saat Persija Jakarta Kalahkan Persebaya Jadi Sorotan
ADVERTISEMENTS harapanrakyat.com,- Polemik hands ball Rizky Ridho dalam laga Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya kembali menjadi perbincangan suporter di media sosial. Momen tersebut terjadi...
Sah, Manchester United Masuk Zona Degradasi Pekan Ini
Manchester United tengah berada dalam situasi mengkhawatirkan di Liga Inggris 2026/2027. Setan Merah kini terjerembap ke zona degradasi setelah Nottingham Forest meraih k
Hasil Operasi Patuh Krakatau 2026, Polresta Bandar Lampung Tindak 5.954 Pelanggar
Operasi Patuh Krakatau 2026 ditutup, Polresta Bandar Lampung tindak 5.954 pelanggar. Penindakan via ETLE tercatat menurun dibanding 2025.
