Orang Tua Pelaku Telah Diperiksa, Penyidik Belum Bisa Simpulkan Motif Peledakan di SMAN 72

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri melakukan olah TKP di lokasi ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aparat kepolisian masih terus melakukan penyidikan terkait kasus peledakan di SMAN 72 Jakarta. Hal itu tidak lain mencari tahu motif pasti aksi yang dilakukan oleh salah satu siswa sekolah tersebut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pemerintahan terhadap 36 saksi anak terkait kasus itu. Pemeriksaan itu dilakukan di Unit Pelayanan Teknis Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPPA) Provinsi Jakarta.
“Hari ini penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi anak berjumlah 46 orang, tetapi 10 orang berhalangan,” kata dia di Polda Metro Jaya, Rabu (13/11/2025) malam.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan kepada orang tua pelaku yang telah ditetapkan sebagai anak berkonflik dengan hukum (ABH), beberapa waktu lalu. Namun, pemeriksaan terhadap orang tua pelaku masih terus berproses.
Ihwal kondisi korban ledakan itu, Budi mengatakan, saat ini masih ada 20 orang yang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Satu orang di antaranya juga mesti dirujuk ke RSCM untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
“Satu korban inisial L dirujuk di RSCM untuk perawatan pelaksanaan operasi lebih intensif,” kata dia.
Budi menegaskan, proses penyelidikan terkait kasus itu masih terus berlanjut. Termasuk mengenai pemeriksaan digital forensik juga masih dilakukan.
“Kami berharap rekan-rekan sekalian memberi waktu dan ruang bagi para penyidik untuk bisa secara komprehensif hasil dari penyidikan yang sedang ditangani,” kata dia.
Diketahui, insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi pada Jumat (7/11/2025) siang. Polisi mencatat, setidaknya terdapat 96 korban luka akibat peristiwa itu.
Aksi itu diketahui dilakukan oleh salah satu siswa aktif SMAN 72 Jakarta. Pelaku yang kini masih menjalani perawatan merakit tujuh bom untuk diledakkan di sekolahnya. Sebanyak empat bom berhasil meledak dan tiga bom belum sempat diledakkan.
Artikel terkait
Berita terbaru
Sepuluh Gol, Dua Kepala Daerah, Satu Bahasa Kepemimpinan: Gus Barra dan Subandi Berbagi Drama di Gelora Delta
SIDOARJO | KEMPALAN — Sepuluh gol, dua kepala daerah, dan satu pesan tentang kepemimpinan. Stadion Gelora Delta Sidoarjo menjadi saksi sebuah pertandingan yang lebih...
Polemik Hands Ball Rizky Ridho saat Persija Jakarta Kalahkan Persebaya Jadi Sorotan
ADVERTISEMENTS harapanrakyat.com,- Polemik hands ball Rizky Ridho dalam laga Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya kembali menjadi perbincangan suporter di media sosial. Momen tersebut terjadi...
Sah, Manchester United Masuk Zona Degradasi Pekan Ini
Manchester United tengah berada dalam situasi mengkhawatirkan di Liga Inggris 2026/2027. Setan Merah kini terjerembap ke zona degradasi setelah Nottingham Forest meraih k
Hasil Operasi Patuh Krakatau 2026, Polresta Bandar Lampung Tindak 5.954 Pelanggar
Operasi Patuh Krakatau 2026 ditutup, Polresta Bandar Lampung tindak 5.954 pelanggar. Penindakan via ETLE tercatat menurun dibanding 2025.
