Trump: AS Punya Senjata Nuklir yang Cukup untuk Ledakkan Dunia 150 Kali

loading…
Amerika Serikat menguji coba senjata nuklir di Bikini Atoll pada Mei 1958 yang dinamai Operation Hardtack-1. Foto/LLNL/Live Science
WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim senjata nuklir Washington paling banyak dibandingkan dengan yang dimiliki Rusia dan China. Menurutnya, senjata Amerika tersebut cukup untuk meledakkan dunia hingga 150 kali.
Meski demikian, Trump menyinggung Beijing yang dia sebut telah membuat senjata nuklir dengan dengan cepat.
“Ya, kita punya senjata nuklir lebih banyak daripada negara lain. Rusia kedua. China ketiga, jauh di belakang, tapi mereka akan menyamainya dalam lima tahun. Tahukah Anda, mereka membuatnya dengan cepat, dan saya pikir kita harus melakukan sesuatu tentang denuklirisasi,” ujarnya kepada CBS News, yang dilansir Senin (3/11/2025).
Baca Juga: AS Ungkap Tes Senjata Nuklirnya Tak Akan Libatkan Ledakan dan Awan Jamur
Trump mengakui bahwa dia membahas denuklirisasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping.
Artikel terkait
Berita terbaru
Sepuluh Gol, Dua Kepala Daerah, Satu Bahasa Kepemimpinan: Gus Barra dan Subandi Berbagi Drama di Gelora Delta
SIDOARJO | KEMPALAN — Sepuluh gol, dua kepala daerah, dan satu pesan tentang kepemimpinan. Stadion Gelora Delta Sidoarjo menjadi saksi sebuah pertandingan yang lebih...
Polemik Hands Ball Rizky Ridho saat Persija Jakarta Kalahkan Persebaya Jadi Sorotan
ADVERTISEMENTS harapanrakyat.com,- Polemik hands ball Rizky Ridho dalam laga Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya kembali menjadi perbincangan suporter di media sosial. Momen tersebut terjadi...
Sah, Manchester United Masuk Zona Degradasi Pekan Ini
Manchester United tengah berada dalam situasi mengkhawatirkan di Liga Inggris 2026/2027. Setan Merah kini terjerembap ke zona degradasi setelah Nottingham Forest meraih k
Hasil Operasi Patuh Krakatau 2026, Polresta Bandar Lampung Tindak 5.954 Pelanggar
Operasi Patuh Krakatau 2026 ditutup, Polresta Bandar Lampung tindak 5.954 pelanggar. Penindakan via ETLE tercatat menurun dibanding 2025.
