Video: Lawatan Trump di Asia Sarat Kepentingan, RI Diminta Waspada

Jakarta, CNBC Indonesia – Redaksi CNBC Indonesia menilai lawatan Trump di Asia berbeda karena menjadi ajang diplomasi transaksional yang menegaskan dominasi Amerika Serikat dalam perang dagang dan sumber daya global. Negara-negara seperti Malaysia dan Jepang tampak berusaha mengakomodasi kepentingan Washington, sementara Korea Selatan menunjukkan kemampuan bernegosiasi tanpa sepenuhnya tunduk.
Strategi AS juga terlihat semakin terbuka dalam merebut pengaruh di Asia, khususnya terkait sumber daya strategis seperti logam tanah jarang. Di sisi lain, Indonesia diharapkan berhati-hati dalam menentukan posisi, tetap menjaga prinsip bebas aktif, dan memaksimalkan potensi hilirisasi agar kekayaan mineral strategis nasional tidak hanya menjadi komoditas mentah dalam permainan geopolitik global.
Saksikan dialog Dina Gurning bersama Managing Editor CNBC Indonesia Sefti Oktarianisa dan Pratama Guitarra di Program Closing Bell CNBC Indonesia, Jumat (31/10/2025).
Artikel terkait
Berita terbaru
Sepuluh Gol, Dua Kepala Daerah, Satu Bahasa Kepemimpinan: Gus Barra dan Subandi Berbagi Drama di Gelora Delta
SIDOARJO | KEMPALAN — Sepuluh gol, dua kepala daerah, dan satu pesan tentang kepemimpinan. Stadion Gelora Delta Sidoarjo menjadi saksi sebuah pertandingan yang lebih...
Polemik Hands Ball Rizky Ridho saat Persija Jakarta Kalahkan Persebaya Jadi Sorotan
ADVERTISEMENTS harapanrakyat.com,- Polemik hands ball Rizky Ridho dalam laga Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya kembali menjadi perbincangan suporter di media sosial. Momen tersebut terjadi...
Sah, Manchester United Masuk Zona Degradasi Pekan Ini
Manchester United tengah berada dalam situasi mengkhawatirkan di Liga Inggris 2026/2027. Setan Merah kini terjerembap ke zona degradasi setelah Nottingham Forest meraih k
Hasil Operasi Patuh Krakatau 2026, Polresta Bandar Lampung Tindak 5.954 Pelanggar
Operasi Patuh Krakatau 2026 ditutup, Polresta Bandar Lampung tindak 5.954 pelanggar. Penindakan via ETLE tercatat menurun dibanding 2025.
