Blambangan Ekspres Pecahkan Rekor Rute Terpanjang KAI, 1.031 Km Jakarta–Ketapang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan peran KA Blambangan Ekspres sebagai penghubung utama lintas Jawa. VP Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan layanan ini memegang rekor relasi terpanjang KAI, yaitu Pasar Senen, Jakarta, hingga Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, dengan jarak sekitar 1.031 kilometer.
“Blambangan Ekspres hadir untuk memudahkan mobilisasi masyarakat antarkota besar, memperkuat sektor pariwisata, sekaligus mengikat aglomerasi metropolitan dari barat hingga timur Pulau Jawa,” ujar Anne dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Anne menyampaikan jalur yang dilalui menyuguhkan panorama khas Nusantara sekaligus strategis. Dari ibu kota, kereta bergerak menyusuri pesisir utara melewati kota-kota Pantura, kemudian masuk ke kawasan industri Jawa Timur, hingga mencapai Tapal Kuda yang terkenal dengan keindahan alamnya.
“Sepanjang perjalanan, pelanggan disuguhi lanskap laut utara, sawah hijau, kawasan industri, hingga perbukitan dan pegunungan menuju Banyuwangi, pintu gerbang ke Pulau Bali,” kata Anne.
KA Blambangan Ekspres 2025 menempuh rute panjang dengan berhenti di 27 stasiun, mulai Pasar Senen (PSE), Jatinegara (JNG), Bekasi (BKS), Karawang (KW), Cirebon (CN), Tegal (TG), Pekalongan (PK), Semarang Tawang (SMT), Ngrombo (NBO), Cepu (CU), Bojonegoro (BJ), Lamongan (LMG), Surabaya Pasarturi (SBI), Surabaya Gubeng (SGU), Sidoarjo (SDA), Bangil (BG), Pasuruan (PS), Probolinggo (PB), Klakah (KK), Tanggul (TGL), Rambipuji (RBP), Jember (JR), Kalibaru (KBR), Kalisetail (KSL), Temuguruh (TGR), Rogojampi (RGP), Banyuwangi Kota (BWI), hingga Ketapang (KTG).
Setiap pemberhentian memiliki peran penting: Jakarta Raya sebagai pusat mobilisasi nasional; Cirebon sebagai gerbang Ciayumajakuning; Tegal, Pekalongan, dan Semarang menopang pariwisata pesisir; Surabaya dan aglomerasi Gerbangkertosusila sebagai jantung perdagangan dan jasa; Pasuruan serta Probolinggo membuka akses ke wisata Bromo–Tengger–Semeru; sementara Jember, Kalibaru, dan Rogojampi mendukung agrowisata dan perkebunan. Puncaknya, Banyuwangi menjadi simpul wisata unggulan dengan Kawah Ijen, Baluran, Alas Purwo, hingga akses penyeberangan ke Bali.
Anne mengatakan popularitas layanan ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada Januari–Agustus 2023, Blambangan Ekspres digunakan 184.871 pelanggan. Setahun kemudian, jumlahnya naik menjadi 244.777 pelanggan. Tren positif berlanjut pada 2025 dengan capaian 363.610 pelanggan pada periode yang sama, atau tumbuh hampir 50 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Lonjakan ini menandakan kereta api semakin dipercaya sebagai moda transportasi utama sekaligus sahabat perjalanan masyarakat,” lanjut Anne.
Artikel terkait
Berita terbaru
Sepuluh Gol, Dua Kepala Daerah, Satu Bahasa Kepemimpinan: Gus Barra dan Subandi Berbagi Drama di Gelora Delta
SIDOARJO | KEMPALAN — Sepuluh gol, dua kepala daerah, dan satu pesan tentang kepemimpinan. Stadion Gelora Delta Sidoarjo menjadi saksi sebuah pertandingan yang lebih...
Polemik Hands Ball Rizky Ridho saat Persija Jakarta Kalahkan Persebaya Jadi Sorotan
ADVERTISEMENTS harapanrakyat.com,- Polemik hands ball Rizky Ridho dalam laga Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya kembali menjadi perbincangan suporter di media sosial. Momen tersebut terjadi...
Sah, Manchester United Masuk Zona Degradasi Pekan Ini
Manchester United tengah berada dalam situasi mengkhawatirkan di Liga Inggris 2026/2027. Setan Merah kini terjerembap ke zona degradasi setelah Nottingham Forest meraih k
Hasil Operasi Patuh Krakatau 2026, Polresta Bandar Lampung Tindak 5.954 Pelanggar
Operasi Patuh Krakatau 2026 ditutup, Polresta Bandar Lampung tindak 5.954 pelanggar. Penindakan via ETLE tercatat menurun dibanding 2025.
