BPS Nila Indeks Haji Sangat Memuaskan, Jamaah 2025: Kacau Balau

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) kembali merilis hasil survei Indeks Kepuasan Jamaah Haji Indonesia (IKJHI) Tahun 2025 dengan angka 88,46. Skor tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang diganjar dengan angka 88,20. Capaian ini masuk kategori sangat memuaskan.
Di balik angka tersebut, banyak anggota jamaah justru mengaku merasakan pengalaman pahit selama menunaikan ibadah haji tahun ini. Salah satunya datang dari Kiai Nawawi, jamaah asal Rembang, Jawa Tengah. Ia menilai haji tahun ini justru paling semrawut dibandingkan sebelumnya.
“Kecewa. Intinya haji 2025 menurut kebanyakan orang paling kacau balau. Indeks ini nggak masuk akal buat saya secara pribadi. Karena ketika di Armuzna itu sangat kacau. Sangat kacau,” ujar Kiai Nawawi kepada Republika, Kamis (11/9/2025).
Menurut dia, kekacauan terutama terjadi saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Salah satu yang paling dikeluhkan adalah layanan tenda jamaah. Biasanya, kata dia, satu tenda diisi jamaah dari satu kabupaten dengan pembagian dua tenda per kloter, yakni satu untuk jamaah laki-laki dan satu untuk perempuan. Namun tahun ini berbeda.
“Contoh kecil saja. SOC 55 dari Kabupaten Rembang itu tendanya lima. Tapi di dalamnya bercampur dengan jamaah Pasuruan, Ponorogo, bahkan Sumatra. Sebab pembagiannya berdasarkan syarikah (penyedia layanan). Nah, ini yang membuat kacau,” ujar dia.
Selain itu, menurut Kiai Nawawi, sistem transportasi jamaah juga bermasalah karena mengikuti pembagian syarikah.“Intinya, terlalu banyak syarikah. Ini terlalu merepotkan jamaah. Saya usul ke depan, boleh 20 syarikah pun tidak masalah. Dengan satu catatan: satu kloter, satu syarikah. Insya Allah lebih nikmat,” ujar dia.
Pada saat melaksanakan ibadah haji, Kiai Nawawi juga mengaku sempat terpisah dengan istrinya saat penempatan hotel di Makkah akibat penerapan sistem multisyarikah.
“Banyak masalah gara-gara ada banyak syarikah itu. Contohnya, jamaah di kloter kita banyak yang pisah-pisah. Bahkan saya dan istri saya akhirnya juga pisah hotel. Petugas-petugasnya juga belum siap saat kami sampai ke hotel. Ditanyai banyak yang tidak tahu,” kata dia.
Meski demikian, Kiai Nawawi tetap berharap pelaksanaan haji 2026 bisa lebih baik. Ia bahkan sempat menyampaikan doa dan harapan langsung kepada Menteri Haji dan Umrah, KH Irfan Yusuf Hasyim.“Saya bilang ke beliau: semoga tahun 2026 pelaksanaan ibadah haji lebih baik dan lebih baik,”ujar dia.
Artikel terkait
Berita terbaru
Sepuluh Gol, Dua Kepala Daerah, Satu Bahasa Kepemimpinan: Gus Barra dan Subandi Berbagi Drama di Gelora Delta
SIDOARJO | KEMPALAN — Sepuluh gol, dua kepala daerah, dan satu pesan tentang kepemimpinan. Stadion Gelora Delta Sidoarjo menjadi saksi sebuah pertandingan yang lebih...
Polemik Hands Ball Rizky Ridho saat Persija Jakarta Kalahkan Persebaya Jadi Sorotan
ADVERTISEMENTS harapanrakyat.com,- Polemik hands ball Rizky Ridho dalam laga Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya kembali menjadi perbincangan suporter di media sosial. Momen tersebut terjadi...
Sah, Manchester United Masuk Zona Degradasi Pekan Ini
Manchester United tengah berada dalam situasi mengkhawatirkan di Liga Inggris 2026/2027. Setan Merah kini terjerembap ke zona degradasi setelah Nottingham Forest meraih k
Hasil Operasi Patuh Krakatau 2026, Polresta Bandar Lampung Tindak 5.954 Pelanggar
Operasi Patuh Krakatau 2026 ditutup, Polresta Bandar Lampung tindak 5.954 pelanggar. Penindakan via ETLE tercatat menurun dibanding 2025.
