6 Instrumen Paling Berbahaya yang Digunakan Israel untuk Mencaplok Yerusalem

Warga Yahudi melakukan ritual setelah menerobos Masjid al-Aqsa, Yerusalem, Kamis (23/7/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM – Israel terus menggunakan berbagai cara untuk memperketat cengkeramannya atas Yerusalem Timur yang diduduki.
Tujuannya bukan sekadar mengontrol wilayah, tetapi juga mengubah komposisi demografis dan geografis kota secara bertahap demi kepentingan proyek kolonisasi dan pemukiman Yahudi.
Menurut para pakar dan pejabat Palestina yang diwawancarai Aljazeera,dikutip Ahad (2/7/2026), terdapat sejumlah instrumen utama yang digunakan Israel, mulai dari penghancuran rumah warga Palestina, perluasan permukiman ilegal, perampasan tanah, pembangunan tembok pemisah dan pos pemeriksaan militer, pembangunan infrastruktur serta jalan khusus pemukim, pengusiran komunitas Palestina, hingga proyek sertifikasi dan penataan ulang kepemilikan tanah.
Desa Rafat menjadi contoh jelas bagaimana berbagai kebijakan tersebut diterapkan secara bersamaan.
Dahulu, Rafat merupakan perpanjangan alami wilayah Yerusalem di sisi barat laut. Namun sejak pembangunan Tembok Pemisah Israel pada 2002, desa itu berubah menjadi kawasan terisolasi.
Tembok tersebut mengepung Rafat dari tiga arah, memutus hubungan desa dengan lingkungan Yerusalem di sekitarnya, dan hanya menyisakan satu akses keluar menuju Kota Ramallah.
Gelombang penghancuran terbaru terjadi pekan lalu ketika pasukan Israel merobohkan sebuah rumah sederhana yang terdiri atas dua kamar, dapur, dan kamar mandi tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Selain itu, dua bangunan lain juga menerima surat peringatan pembongkaran, termasuk sebidang tanah yang memiliki ruangan tanpa atap, pagar, dan jaring logam, dengan alasan melanggar aturan bangunan yang diberlakukan Israel.
Artikel terkait
Berita terbaru
Seminar Nasional PENA 8.0, UKM PRISMA UMS Dorong Mahasiswa Wujudkan Inovasi Berkelanjutan dan Kewirausahaan
ums.ac.id, SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PRISMA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Seminar Nasional Pekan Ilmiah dan Penalaran Mahasiswa (PENA) 8.0 dengan mengusung...
Gubernur Lemhannas: Green Democracy Perkaya Wawasan Calon Pemimpin Nasional
RMBANTEN.COM — Jakarta — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily, menerima Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan
PMI Manufaktur Indonesia Melonjak 54, Menko Airlangga Sebut Ekonomi Nasional Menguat
Industri manufaktur Indonesia mencatatkan kinerja ekspansif sepanjang Oktober 2026. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur nasional naik ke level 54, meningkat dari posisi 52,4 pada...
33 Negara Dibayangi Krisis Pangan. Stok Beras Nasional Tembus 25 Juta Ton
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 25 juta ton dan cukup hingga Juli–Agustus
