Saturday, 31 October 2026

Terkini
Bola

Wahai Pesepak Bola Putri, Jangan Lupa Nikmati Juga Pertandingannya

Setelah demam panggung terlewati, pesepak bola putri siap tampil lebih baik di pekan kedua Indonesia Women’s League. Kesenangan di lapangan kunci utama.

Sumber foto: Kompas.id

Selepas rasa gugup hampir selalu menguasai diri pada pekan pertama, para pesepak bola putri Indonesia siap tampil lebih baik pada pekan kedua Indonesia Women’s League (IWL) 2026-2027. Namun, mereka juga tidak boleh melupakan kesenangan dan kenikmatan dari bermain sepak bola hanya karena mengejar skor dan kemenangan. Apalagi, di kompetisi yang telah lama mereka nantikan.

Pekan kedua liga sepak bola putri bertajuk Indonesia Women’s League 2026-2027 akan dihelat di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (25/10/2026). Duel Persija Jakarta Women versus Persikad Depok Women pada pukul 07.30 bakal membuka lanjutan kompetisi tersebut.

Pada pertandingan pukul 15.30, Persita Tangerang Women bertemu Dewa United FC Women. Lalu, pada laga terakhir pukul 19.00, Garudayaksa FC Women menghadapi FC Bekasi City Women.

Setiap tim datang dengan misi yang sama, yakni tampil lebih baik dari pekan perdana. Garudayaksa dan FC Bekasi City, misalnya, sama-sama mengutarakan tekad itu demi meraih tiga poin perdana setelah kehilangan kesempatan itu pekan lalu.

”Ini partai menarik bagi kedua tim, kami sudah evaluasi laga kemarin dan menganalisis juga kekurangan dan kelemahan kami serta lawan. Kami berharap pertandingan besok, pemain bermain dengan baik dan bisa meraih tiga poin,” ujar Pelatih FC Bekasi City Rudy Eka Priambada.

FC Bekasi City membuka perjalanan di IWL 2026-2027 dengan hasil imbang melawan Persija Jakarta. Rudy menilai, anak-anak asuhannya sempat kaget dan tidak bisa bermain baik pada awal laga. Tekanan suporter dan atmosfer laga yang panas turut berpengaruh.

Untuk itu, Rudy kini lebih banyak menginstruksikan pemainnya untuk bermain dengan lebih tenang. Ketenangan itu akan berguna dalam proses membangun serangan dan menerapkan strategi pelatih.

Yang lebih penting, kata Rudy, pemain juga harus bisa menikmati proses mereka bermain sepak bola dan berkompetisi. ”Mereka harus bisa enjoy bermain sepak bola sehingga bermain baik, bermain bagus. Karena kalau sudah bermain baik, kemenangan adalah bonus,” ucap mantan pelatih timnas putri ini.

Hal serupa disampaikan Pelatih Garudayaksa Yopie Riwoe. Ia tak memungkiri bahwa timnya mengejar kemenangan perdana setelah pada laga pertama ditumbangkan Persita 0-1.

Dalam persiapan menuju pekan kedua pun, tim kepelatihan berusaha untuk menguatkan mental pemain agar bisa bangkit dan bekerja keras lagi pada pekan kedua. Namun, Yopie juga menekankan bahwa anak-anak asuhannya harus menikmati pertandingan meski tekanan pasti besar.

”Selain kemenangan yang diincar kedua tim, kami berpikir untuk bagaimana membuat anak-anak menikmati game besok. Kami sudah mencoba menyiapkan diri,” tutur Yopie.

Laga-laga pekan perdana seluruhnya berlangsung sengit. Selain terlihat dari duel-duel keras di lapangan, skor tipis juga menunjukkan rivalitas tersebut.

Meski begitu, hampir semua pemain mengaku merasa gugup ketika melakoni laga perdana. Sebagian dari pemain adalah jebolan Liga 1 Putri 2019, kompetisi sepak bola putri terakhir sebelum mati suri. Sebagian lainnya adalah pemain-pemain lebih muda yang belum pernah mencicipi sama sekali liga sepak bola kasta tertinggi.

Menurut Kapten Persikad, Viny Silfianus, kegugupan itu wajar muncul dan dirasakan semua pemain. Apalagi, seperti dirinya yang dulu membela Persija Jakarta pada Liga 1 Putri 2019, pemain-pemain harus menjalani penantian panjang untuk bisa tampil di kompetisi Indonesia lagi.

Ketika memasuki lapangan, sorotan besar pun langsung tertuju pada mereka. Laga ditayangkan di televisi dan live streaming Youtube. Selain itu, penonton juga bisa menyaksikan langsung tanpa dipungut biaya.

Namun, setelah adaptasi pada pekan pertama, Viny meyakini para pemain lebih siap ketika menghadapi pekan kedua. Terlebih, ada tekad besar yang dibawa setelah hasil kurang maksimal pada laga perdana.

Para pemain sebenarnya tidak hanya dituntut untuk cepat beradaptasi dengan atmosfer kompetisi. Mereka juga ditantang untuk cepat beradaptasi dengan perubahan jadwal hingga tempat pertandingan.

Pada pekan pertama, terdapat perubahan laga pembuka yang awalnya direncanakan mempertemukan Persija dan Persita. Lantaran harus menyelaraskan dengan jadwal kompetisi putra, agar dukungan bisa terbagi merata, i-League sebagai operator kompetisi lantas mengubah laga menjadi Persija dan FC Bekasi City.

Dengan alasan sama, perubahan juga terjadi pada pekan kedua. Tempat pertandingan berubah dari Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, ke Stadion Indomilk Arena, Tangerang.

Waktu pertandingan pun berubah. Laga Garudayaksa vs FC Bekasi semula dijadwalkan pukul 07.30, sedangkan laga Persija versus Persikad dijadwalkan pukul 18.30.

Memasuki pekan ketiga, pertandingan FC Bekasi City melawan Persita yang semula dijadwalkan pukul 18.30 WIB mengalami penyesuaian menjadi pukul 19.00 WIB. Dua laga lainnya digelar sesuai jadwal.

Sistem tiket pun berubah dari bundling menjadi per pertandingan. Pada pekan perdana, tiket gratis itu berlaku terusan untuk tiga laga. Namun, meski tiket ludes, persebaran penonton tidak merata karena menumpuk di laga terakhir.

Sumber: Kompas.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *