Vietnam Dibantu Rosatom Segera Bangun Reaktor Nuklir, Rusia: RI Belum Juga Ajukan Permintaan Resmi

REPUBLIKA.CO.ID, HO CHI MINH — Vietnam dan Rusia ingin mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama di negara Asia Tenggara tersebut, sebut Duta Besar Vietnam untuk Rusia Dang Minh Khoi, kepada RIA Novosti. Pembangunan PLTN di Vietnam akan bekerja sama dengan Rosatom.
“Kedua belah pihak berharap dapat memulai pembangunan. Kedua belah pihak sepakat bahwa proses ini perlu dipercepat,” ujar duta besar.
Diplomat tersebut menyatakan harapannya agar kedua negara segera menyelesaikan pembahasan mengenai masalah-masalah teknis. Rusia dan Vietnam menandatangani perjanjian antarpemerintah mengenai pembangunan PLTN Ninh Thuan-1 pada Maret 2026.
Perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom menyatakan bahwa proyek tersebut mencakup pembangunan dua reaktor VVER-1200 generasi 3+ rancangan Rusia, yang masing-masing memiliki kapasitas 1.200 megawatt. Vietnam juga berharap Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Vietnam pada 2027.
“Kami telah mulai melakukan persiapan untuk KTT APEC. Kami berharap Presiden Putin akan berkunjung dan berpartisipasi,” kata Dang.
Pejabat Vietnam Le Minh Hung, bertemu dengan Putin di sela KTT Rusia-ASEAN di Kazan pada 18 Juni dan menyampaikan undangan dari Presiden To Lam untuk berkunjung ke Vietnam.
Le Minh Hung juga mengundang Putin untuk berpartisipasi dalam KTT APEC pada tahun 2027.
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti
Artikel terkait
Berita terbaru
Persib Bisa Salip Singapura dan Vietnam di Ranking AFC? Ini Hitung-hitungan Jika Menang di Kandang Melbourne Victory
Persib berpeluang mendongkrak ranking AFC Indonesia jika menang atas Melbourne Victory. Simak hitung-hitungan poin dan peluang salip Vietnam serta Singapura.
DPRD Dorong Dishub Bandar Lampung Bangun Fasilitas Penyeberangan Ramah Disabilitas pada 2027
DPRD Dorong Dishub Bandar Lampung Bangun Fasilitas Penyeberangan Ramah
LPPM UWG Malang Bidik Hibah Riset Nasional dan Publikasi Scopus, 70 Dosen Digembleng Empat Profesor
Program ini dirancang untuk mempersiapkan dosen agar semakin kompetitif dalam memperoleh pendanaan penelitian nasional sekaligus meningkatkan peluang publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi.
Lapangan Maha Mulai Produksi, Pasokan Gas Nasional Bertambah
Lapangan West Ganal mulai produksi gas
