Terungkap, Ini Penyebab Banjir Bandang Babakan Madang Versi Warga

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Warga sekitar dan pekerja menyebut saluran drainase dan gorong-gorong yang belum selesai di kawasan perumahan Sentul, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu pemicu banjir bandang yang terjadi pada Rabu (11/2/2026) lalu. Hujan deras yang mengguyur sejak siang menyebabkan air meluap ke jalan utama, membawa material lumpur dan batu, hingga menyeret kendaraan.
Pantauan Republika di lokasi pada Kamis (12/2/2026), pihak kontraktor mengerahkan puluhan personel untuk membersihkan lumpur dan bebatuan yang masih menutup sebagian jalan. Mereka menggunakan sapu hingga sekop untuk meminggirkan sisa lumpur serta batu-batu kecil. Proses pembersihan masih berlangsung hingga pukul 13.11 WIB.
Selain personel dari pihak kontraktor, petugas pemadam kebakaran (damkar) juga tampak berada di lokasi untuk membantu membersihkan sisa lumpur. Petugas menyemprotkan air menggunakan truk pemadam kebakaran.
Mereka diminta membersihkan area dari titik yang sempat viral pada hari sebelumnya hingga gerbang perumahan di bagian bawah, dengan jarak sekitar 300–400 meter. Damkar dikerahkan dengan tiga personel untuk membantu pembersihan sejak pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 13.50 WIB.
Hingga menjelang sore pembersihan masih terus dilakukan oleh pihak kontraktor. Mereka menyemprotkan air menggunakan truk untuk memastikan jalan benar-benar bersih. Kondisi jalan sejak pukul 14.00 WIB sudah dapat dilalui kendaraan meskipun ada sebagian taman kecil pembatas jalanan rusak akibat diterpa banjir.
Selain membersihkan jalan, sejumlah pekerja masih terlihat mengeruk lumpur di titik yang sempat viral. Mereka juga membersihkan saluran air yang tertutup endapan lumpur serta mengangkut batu di lokasi menggunakan truk.
Menurut keterangan salah seorang pekerja yang berada di lokasi, kejadian tersebut bermula saat hujan turun setelah Dzuhur, Rabu (11/2) kemarin. Ia menyebut aliran air awalnya hanya gerimis, lalu tiba-tiba deras dan terus bertambah.
“Habis Dzuhur sekitar jam satu mulai gerimis. Baru datang saya di situ, baru masuk kerja, gerimis. Terus deras… blek… air mengalir dikit-dikit, nambah terus airnya,” kata pekerja tersebut.
Ia menyebut kejadian mobil yang terseret arus terjadi sekitar pukul 14.00 WIB hingga mendekati pukul 15.00 WIB. “Hanya mobil itu yang keseret, motor juga pada ikut, saya ikut bantu ngangkatin juga,” katanya.
Kondisi gorong-gorong di salah satu jalan di perumahan kawasan Sentul City usai viral akibat diterjang banjir bandang, Kamis (12/2/2026).
Ia juga menilai air deras terjadi karena aliran dari atas bukit dan saluran belum siap. “Apa ya, gorong-gorong belum pada beres,” katanya.
Warga lainnya, Agus Gunawan mengatakan banjir hanya meluap di ruas jalan dan tidak sampai masuk ke klaster perumahan. “Belum masuk, kayaknya enggak masuk sih,” ujar warga.
Hal senada juga disampaikan petugas kebersihan di lokasi, Zainal. Ia menyebut dampak banjir dominan terjadi di akses jalan. “Klaster sini enggak ada yang ada kena air, enggak ada klaster enggak ada, jalan saja,” kata Zainal.
Artikel terkait
Berita terbaru
TNI Pastikan Kesiapan Pengamanan Jakarta Berjalan Sesuai Aturan Negara
Berita Nasional Update menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari seluruh Indonesia. Dapatkan informasi terbaru seputar politik, ekonomi, sosial, dan peristiwa nasional setiap hari
Pekanbaru Sukses Kendalikan Inflasi, Dibawah Angka Nasional dan Terendah se-Riau
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, mencatatkan capaian dalam pengendalian inflasi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis November 202
Tim Penilai Nasional Verifikasi Langsung Inovasi Kelurahan Sindangrasa
Dejurnal.com, CIAMIS. Tim Penilai Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 turun langsung ke Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Rabu (4/11/2026)....
“Cimahi Motekar Awards 2026: 305 Inovasi, Target 10 Besar IGA Nasional “
"Cimahi Motekar Awards 2026: 305 Inovasi, Target 10 Besar IGA Nasional "
