Salah satu aspek penting kelancaran ekspor adalah fasilitas kawasan berikat.
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Produsen bahan baku dan produk turunan sabun asal Bogor, PT Awiga Kaya Energi berhasil merealisasikan ekspor perdana produknya, Kamis (28/4/2026).
Tak tanggung-tanggung, perusahaan manufaktur yang berdiri pada 2024 ini mengirim 8 kontainer sabun jenis soap bar hasil produksinya ke sebuah negara di Afrika Barat, Burkina Faso.
PT Awiga Kaya Energi merupakan perusahaan manufaktur yang berdiri pada tahun 2024. Produk utama perusahaan ini meliputi soap noodles sebagai bahan baku industri sabun, serta soap bars sebagai produk jadi yang siap digunakan konsumen.
Dengan fokus pada pengembangan produk sabun berkualitas, perusahaan ini menghadirkan produk yang kompetitif, baik dari sisi harga maupun kualitas untuk bersaing di pasar internasional.
Ekspor perdana PT Awiga Kaya Energi pun menjadi tonggak awal ekspansi perusahaan ke pasar Afrika.
Pengiriman dalam jumlah besar menjadi langkah awal yang cukup signifikan bagi perusahaan dalam menjajaki pasar internasional, sekaligus menunjukkan kesiapan dari sisi produksi, logistik, dan pemenuhan ketentuan ekspor yang berlaku.
Dalam proses ekspor ini, salah satu pihak yang turut berperan ialah Bea Cukai Bogor. Selain sebagai pengawas pelaksanaan ekspor, Bea Cukai Bogor bertindak sebagai fasiltator perdagangan.
“Sejak awal kami mendampingi perusahaan baik asistensi prosedur kepabeanan, pemenuhan dokumen ekspor, maupun pemanfaatan sistem layanan berbasis digital yang mempercepat proses administrasi ,” jelas Kepala Kantor Bea Cukai Bogor, Chotibul Umam dalam keterangan Selasa (5/5/2026).
Pendekatan ini, jelas dia, menjadi bagian dari upaya transformasi agar semakin efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha.
Menurut Chotibul salah satu aspek penting yang mendukung kelancaran ekspor adalah pemanfaatan fasilitas kawasan berikat.”Fasilitas ini bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong industri berorientasi ekspor agar lebih kompetitif di pasar global.”
Ia juga menegaskan, dari sisi kepabeanan, pendampingan akan terus dilakukan, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang baru memulai langkahnya ke pasar internasional. Harapannya, semakin banyak pelaku usaha yang mampu memanfaatkan fasilitas yang tersedia dan berani menembus pasar global.
Dengan pendekatan pelayanan yang kian modern, pemanfaatan fasilitas kawasan berikat, serta komitmen menjaga keseimbangan antara pelayanan dan pengawasan, Bea Cukai akan terus mendukung kelancaran ekspor para pelaku industri dalam negeri.
‘’Ekspor perdana sabun ini menjadi salah satu contoh nyata, kolaborasi yang baik dapat membuka peluang besar bagi produk Indonesia untuk bersaing di kancah internasional,” ujar Chotibul.




