Studi: Pria Lebih Merana, Wanita Justru Lebih Sehat Setelah Kehilangan Pasangan

Pasangan suami istri (ilustrasi). kesehatan fisik dan mental pria cenderung menurun drastis setelah kematian pasangan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kehilangan pasangan hidup adalah salah satu peristiwa paling menghancurkan dan mengubah hidup yang bisa dialami oleh siapa pun. Duka yang mendalam sering kali menyelimuti hari-hari setelah kepergian orang tercinta.
Namun, sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders pada Maret 2026 mengungkapkan sebuah pola yang mengejutkan tentang bagaimana gender memengaruhi cara seseorang bangkit dari duka. Data yang diambil dari hampir 26 ribu partisipan di Jepang ini menunjukkan bahwa secara umum, kesehatan fisik dan mental pria cenderung menurun drastis setelah kematian pasangan.
Sebaliknya, wanita yang menjanda justru melaporkan tingkat kesehatan, kebahagiaan, dan kepuasan hidup yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang. Fenomena ini memicu diskusi hangat di kalangan ahli epidemiologi dan psikologi tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu rumah para lansia tersebut.
Penelitian ini menemukan bahwa pria yang kehilangan istri memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk terkena depresi, penurunan tingkat kebahagiaan, hingga risiko demensia. Menariknya, meskipun pria mencoba untuk lebih aktif secara sosial setelah kematian istrinya, dukungan emosional yang mereka terima tidaklah sebanding dengan apa yang mereka dapatkan saat pasangan masih ada.
“Pola umum ini (pria menghadapi risiko kesehatan yang lebih besar setelah kehilangan pasangan) telah diamati secara konsisten dalam studi-studi di Amerika Serikat juga,” kata penulis utama studi dan peneliti dari Center for Preventive Medical Sciences di Chiba University, Jepang, dr Kenjiro Kawaguchi, MPH, dilansir laman Women’s Health pada Sabtu (21/3/2026).
Menurutnya, mekanisme intinya adalah ketergantungan pria pada dukungan pasangan, jejaring sosial yang lebih kecil, dan perbedaan dalam cara mengatasi masalah. Di sisi lain, wanita tampaknya memiliki “benteng” pertahanan yang lebih kuat.
Artikel terkait
Berita terbaru
JEC Dorong Pemeriksaan Mata untuk Tingkatkan Performa Pesepakbola
JEC menyoroti pentingnya kesehatan mata, dominansi silang, dan kemampuan membaca permainan untuk mendukung performa pesepakbola sejak usia dini.
Takluk dari Kendal Tornado FC, Coach Tavares Ambil Tanggung Jawab
Kekalahan yang menyakitkan harus diterima Persebaya saat mengawali kiprahnya di Grup G I.League Cup 2026/27. Di tengah hasil minor tersebut, Bernardo Tavares memilih mengambil...
Berpakaian Adat Khas Melayu, Kepala MAN 3 Bungo H. Haidir Hadiri Agenda Nasional di Masjid Istiqlal Jakarta
Jakarta — Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bungo, H. Haidir, menghadiri rangkaian agenda kunjungan dan kegiatan formal tingkat nasional yang dipusatkan di Masjid...
Profil Jesus de Miguel, Jejak Karier Penyerang CD Tenerife yang Meninggal Dunia
Profil dan perjalanan karier Jesús de Miguel Alameda, penyerang CD Tenerife yang meninggal dunia pada usia 30 tahun.
