Friday, 30 October 2026

Terkini
Nasional

Semarak Hari Santri Nasional 2026, SMP Muhammadiyah Keling Asah Bakat dan Potensi Siswa

Jepara, Suara ‘Aisyiyah - SMP Muhammadiyah Keling, Jepara, Jawa Tengah menggelar Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada Kamis, (22/10/2026). Kegiatan ini me

Sumber foto: Suara 'Aisyiyah

Jepara, Suara ‘Aisyiyah – SMP Muhammadiyah Keling, Jepara, Jawa Tengah menggelar Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada Kamis, (22/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk menumbuhkan semangat berprestasi, mengembangkan bakat, dan membangun karakter murid melalui kegiatan yang positif, edukatif, dan menggembirakan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan keikutsertaan guru dan murid SMP Muhammadiyah Keling dalam upacara Hari Santri Nasional di Alun-Alun Kelet, Jepara.

Kehadiran tersebut merupakan bentuk partisipasi aktif sekolah dalam memenuhi undangan panitia pelaksana HSN tingkat Kecamatan Keling. Termasuk menjadi wujud kebersamaan dalam memperingati hari bersejarah bagi para santri di Indonesia.

Usai mengikuti upacara, guru dan murid kembali ke sekolah untuk melanjutkan peringatan HSN melalui kegiatan “Semarak Lomba Hari Santri Nasional 2026”.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah, Ida Suryani. Ia memberikan dukungan dan motivasi kepada para murid agar berani tampil, aktif berpartisipasi, serta terus mengembangkan potensi diri melalui berbagai perlombaan.

Ada tiga cabang lomba yang digelar oleh sekolah. Ini menjadi ajang bagi murid untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, yaitu lomba adzan, menulis puisi Islami, dan karaoke lagu Islami.

Setiap cabang menghadirkan ruang belajar yang berbeda. Melalui lomba adzan, murid berlatih melantunkan panggilan salat dengan baik.

Melalui lagu Islami, mereka mengekspresikan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman. Sementara itu, lomba menulis puisi Islami menjadi wadah untuk menuangkan gagasan, perasaan, dan kreativitas melalui untaian kata yang bermakna.

Sebagai bentuk apresiasi, sekolah menyediakan piala bagi juara I, II, dan III pada setiap cabang lomba.

Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi murid untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan berani mengikuti berbagai ajang kompetisi pada masa mendatang.

Namun, makna kegiatan ini tentu tidak berhenti pada piala yang dibawa pulang oleh para pemenang. Ada banyak pelajaran berharga yang diperoleh setiap peserta.

Mulai dari kesungguhan dalam mempersiapkan diri, keberanian saat tampil di hadapan orang lain, kesabaran menunggu hasil penilaian, hingga sikap lapang dada dalam menerima hasil perlombaan.

Hari ini, piala menjadi simbol prestasi dan kebanggaan. Kelak, piala itu akan menjadi kenangan indah dalam perjalanan pendidikan mereka, sekaligus pengingat bahwa setiap pencapaian selalu berawal dari keberanian untuk mencoba.

Melalui kegiatan ini, SMP Muhammadiyah Keling ingin menegaskan bahwa setiap murid memiliki potensi yang layak diberi ruang untuk tumbuh.

Pendidikan bukan hanya tentang apa yang dipelajari di dalam kelas, melainkan juga tentang bagaimana sekolah menghadirkan kesempatan bagi murid untuk mengenali kemampuan, membangun kepercayaan diri, mengasah kreativitas, dan belajar berkompetisi secara sehat.

Semarak Hari Santri Nasional 2026 pun menjadi lebih darisekadar peringatan tahunan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolahdalam menanamkan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, keberanian, kreativitas,dan semangat berprestasi. (Nurhidayah Muadzim)-Nely

Sumber: Suara 'Aisyiyah. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *