KOMPAS.com – Selebgram Sabrina Chairunnisa, baru-baru ini membagikan keputusannya untuk menjalani prosedur egg freezing atau pembekuan sel telur.
Melalui media sosialnya, perempuan berusia 33 tahun yang kini sedang berada di New York, Amerika Serikat, tersebut mengaku sempat enggan membagikan proses ini ke publik.
Namun, ia menyadari bahwa kisahnya bisa menjadi sarana edukasi yang memberdayakan sesama perempuan.
“Dan pastinya di egg freezing journey aku ini enggak cuma share ke kalian informasi tentang egg freezing-nya sendiri,” ucapnya, mengutip Kompas.com, Minggu (24/5/2026).
Baca juga: Mengapa Perempuan Melakukan Egg Freezing? Dokter Jelaskan Alasannya
“Tapi dari journey ini aku juga pengin jadi pengingat buat kita semua, kalau timing orang berbeda bukan berarti mereka terlambat,” lanjutnya.
Egg freezing adalah proses preservasi sel telur untuk dibekukan dalam nitrogen cair bersuhu minus 196 derajat celsius.
Secara umum, prosedur ini dilakukan agar sel telur yang berkualitas dapat disimpan dan dipersiapkan untuk pembuahan di masa mendatang.
Terdapat berbagai pertimbangan mengapa seorang perempuan memilih untuk membekukan sel telurnya.
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi, dr. Yassin Yanuar Mohammad, SpOG, SubSpFer, MSc, menjelaskan bahwa keputusannya terbagi dalam dua faktor utama.
“Ada indikasi tertentu yang dibutuhkan oleh pasien yang membutuhkan tindakan ini, yaitu indikasi medis dan indikasi sosial,” kata dr. Yassin saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Untuk indikasi medis, prosedur ini biasanya disarankan bagi pasien kanker yang akan segera menjalani kemoterapi, mengingat pengobatan tersebut berpotensi merusak cadangan ovarium.
“Sehingga, salah satu jalan adalah, sebelum dikemoterapi, bisa melakukan preservasi,” tuturnya.
Baca juga: Begini Prosedur Egg Freezing seperti yang Dilakukan Luna Maya
Di samping itu, dr. Yassin memaparkan bahwa alasan sosial kini juga mendominasi, terutama bagi mereka yang menunda pernikahan, tetapi sadar akan batas usia reproduksi.
Freepik Ilustrasi pembekuan sel telur seperti apa?
“Sehingga, tidak jarang orang melakukan egg freezing terlebih dulu, sehingga aman sampai dia nanti, ketika siap menikah, untuk program hamil bersama pasangannya,” papar dia.
“Seperti orang yang akan menjalani proses IVF atau bayi tabung, pasien melewati seleksi kriteria. Jadi fit and proper test dulu, persiapan, cek laboratorium, dan lain-lain,” ucap dr. Yassin.