Rutan Sawahlunto Perkuat Pengawasan Internal dan Razia Gabungan Cegah Narkoba

Rutan Sawahlunto perkuat pengawasan melalui pemeriksaan internal.
REPUBLIKA.CO.ID, SAWAHLUNTO, – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sawahlunto, Sumatera Barat, memperkuat pengawasan keamanan melalui pemeriksaan internal harian yang diperkuat dengan razia gabungan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat penegak hukum (APH) terkait. Langkah ini diambil untuk memantau kondisi hunian dan mencegah pelanggaran di dalam rutan.
Kepala Rutan Kelas IIB Sawahlunto, Mustofa, di Sawahlunto, Senin, mengatakan bahwa pemeriksaan internal dilakukan oleh petugas setiap hari. Tujuannya adalah untuk memantau secara langsung kondisi hunian serta mencegah segala bentuk pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku di lingkungan rutan.
Penguatan pengawasan ini berjalan beriringan dengan optimalisasi program pembinaan bagi warga binaan. Pembinaan tersebut meliputi kegiatan rohani dan pembinaan kemandirian, seperti pembuatan mebel berupa meja dan kursi serta keterampilan merangkai papan bunga. Keterampilan ini diharapkan dapat menjadi bekal yang berguna bagi warga binaan ketika mereka kembali ke masyarakat.
Razia Gabungan dan Tes Urine Acak
Mustofa menjelaskan bahwa razia gabungan bersama BNN Kota Sawahlunto, Polres Sawahlunto, TNI, dan instansi terkait telah dilaksanakan pada Selasa (22/9) lalu. Dalam kegiatan tersebut, petugas menyisir kamar hunian dan sejumlah bagian rutan, serta melakukan tes urine secara acak terhadap warga binaan.
Dari total 73 penghuni Rutan Sawahlunto yang terdiri atas 51 narapidana dan 22 tahanan, sebanyak 15 orang dipilih secara acak untuk menjalani pemeriksaan urine. Hasilnya, seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Sawahlunto, Didit Bagus Wicaksono, menegaskan bahwa pemeriksaan serupa dapat kembali dilakukan sewaktu-waktu. Hal ini bertujuan untuk memperkuat dan memperluas upaya pencegahan serta pemantauan peredaran gelap narkotika di dalam rutan.
Dalam pemeriksaan hunian tersebut, petugas tidak menemukan barang berbahaya maupun benda yang dilarang berada di dalam rutan. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada seluruh warga binaan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
Artikel terkait
Berita terbaru
Dirikan Klub Sepak Bola Amputasi PERSAS, Khusnul Yakin Wisuda di Umsura dan Raih Beasiswa S2 Hukum
Perjalanan Khusnul Yakin menuju panggung wisuda Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) bukanlah perjalanan yang mudah. Terlahir sebagai penyandang disabilitas tunadaksa
Deteksi Dini TBC di Permukiman Lampung Masih Lemah
Upaya menemukan penderita tuberkulosis (TBC) sejak dini masih menjadi tantangan dalam penanganan penyakit tersebut.
Bukan Kehabisan Talenta, Ini Alasan PSSI Alihkan Perburuan Pemain Keturunan dari Belanda
PSSI dikabarkan tak lagi prioritaskan pemain keturunan Belanda untuk Timnas Indonesia. Regulasi non-EU dan KNVB menjadi pertimbangan dalam perubahan arah.
Derby della Madonnina: AC Milan Hajar Inter 3-1, Pulisic dan Moreira Bersinar
EKSPOSKALTIM, Milan - AC Milan keluar sebagai pemenang dalam Derby della Madonnina pertama musim 2026/27 setelah menghajar Inter Milan 3-1 di Stadion ...
